Harga Saham GOTO Hari Ini 31 Oktober 2026: Rp24

Harga saham GOTO hari ini, Sabtu, 31 Oktober 2026, mengacu pada penutupan perdagangan terakhir di Bursa Efek Indonesia (BEI), yakni Jumat, 30 Oktober 2026. Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk berakhir di level Rp 24 per saham, naik 4,35% dibandingkan sesi sebelumnya. Pergerakan tersebut berlangsung ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru melemah pada akhir perdagangan Oktober.

Ringkasan Harga Saham GOTO

IndikatorData
Harga penutupanRp24
Perubahan harian+4,35%
Harga tertinggiRp25
Harga terendahRp23
Volume perdagangan17,14 miliar saham
Tanggal perdagangan30 Oktober 2026

Harga Saham GOTO Hari Ini 31 Oktober 2026

Berdasarkan data historis perdagangan, saham GOTO ditutup pada Rp24 per saham, meningkat dari Rp23 pada sesi Kamis, 29 Oktober 2026. Saham dibuka pada Rp24, sempat menyentuh level tertinggi Rp25, dan mencapai level terendah Rp23 sebelum penutupan.

Berikut rincian perdagangan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk:

IndikatorData
Nama perusahaanPT GoTo Gojek Tokopedia Tbk
Kode sahamGOTO
Harga pembukaanRp24
Harga penutupan sebelumnyaRp23
Perubahan nominal+Rp1
Perubahan persentase+4,35%

Data harga mengacu pada riwayat perdagangan Financial Times, dengan Investing.com sebagai pembanding historis.

Perlu diperhatikan bahwa 31 Oktober 2026 merupakan hari Sabtu sehingga BEI tidak menyelenggarakan perdagangan saham reguler. Oleh karena itu, harga Rp24 merupakan penutupan perdagangan terakhir, bukan harga real-time pada tanggal publikasi artikel.

Pergerakan Saham GOTO dan Aktivitas Perdagangan

Volume perdagangan GOTO mencapai sekitar 17,14 miliar saham pada 30 Oktober 2026, meningkat dari 3,89 miliar saham pada sesi sebelumnya. Jumlah tersebut sekitar 4,4 kali lebih tinggi dibandingkan perdagangan 29 Oktober.

Di sisi lain, IHSG melemah 0,80% atau 41,01 poin ke posisi 5.057,05 pada penutupan Jumat, 30 Oktober 2026. Perbedaan arah tersebut memperlihatkan bahwa pergerakan saham individual tidak selalu sejalan dengan indeks pasar secara keseluruhan.

Meski demikian, peningkatan volume dan harga belum cukup untuk menyimpulkan adanya akumulasi investor atau perubahan sentimen tertentu. Analisis aktivitas perdagangan juga memerlukan data nilai transaksi, frekuensi perdagangan, serta komposisi transaksi investor domestik dan asing. Nilai transaksi harian tidak dicantumkan karena belum tersedia angka yang terverifikasi.

Faktor yang Perlu Dicermati dalam Pergerakan GOTO

Kinerja keuangan menjadi salah satu aspek fundamental yang relevan dalam menilai perkembangan GoTo. Pada 29 Oktober 2026, perusahaan mengumumkan laporan keuangan kuartal III dengan laba bersih Rp441 miliar, berbalik dari rugi Rp255 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut laporan resmi GoTo, pendapatan bersih perusahaan mencapai Rp5,56 triliun, tumbuh 17% secara tahunan. Adjusted EBITDA meningkat 84% menjadi Rp950 miliar, sedangkan Core Gross Transaction Value (GTV) tumbuh 89% menjadi Rp194 triliun.

Berdasarkan segmen bisnis, layanan teknologi finansial GoPay mencatat pendapatan bersih Rp2,30 triliun, meningkat 49%. Sementara itu, pendapatan bersih layanan on-demand Gojek mencapai Rp3,31 triliun, tumbuh 3%. Perbedaan pertumbuhan tersebut menunjukkan kontribusi masing-masing segmen terhadap kinerja konsolidasi perusahaan.

Selain kondisi fundamental, perkembangan pasar domestik dan global juga menjadi konteks yang perlu diperhatikan. Perubahan suku bunga, likuiditas, serta alokasi modal investor bisa mempengaruhi dinamika berbagai instrumen keuangan. 

Bagi pelaku pasar yang mengikuti perkembangan valuta asing, informasi mengenai broker forex terbaik bisa menjadi referensi terpisah untuk memahami layanan perdagangan forex. Pasar forex dan saham memiliki karakteristik, mekanisme, serta risiko yang berbeda.

Data fundamental dan kondisi pasar tersebut merupakan konteks analisis, bukan bukti bahwa satu faktor tertentu menjadi penyebab langsung kenaikan saham GOTO pada 30 Oktober.

Perkembangan Terbaru GoTo dan Prospek Saham

Dari sisi korporasi, pemegang saham menyetujui pembatalan 32 miliar saham tresuri atau sekitar 2,7% dari total saham beredar melalui RUPSLB pada 14 Oktober 2026. Pelaksanaannya menunggu penyelesaian proses regulasi.

GoTo juga melaporkan penggunaan dana Rp 985 miliar untuk membeli kembali 36 miliar saham hingga 29 Oktober 2026. Perusahaan masih memiliki alokasi dana Rp2,5 triliun untuk program pembelian kembali saham yang berlaku hingga Juni 2027. Informasi tersebut tercantum dalam publikasi resmi kinerja kuartal III-2026.

Seiring perkembangan tersebut, GoTo menaikkan target adjusted EBITDA 2026 menjadi Rp3,5 triliun hingga Rp3,7 triliun, dari proyeksi sebelumnya Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun.

Realisasi target keuangan, pertumbuhan bisnis Gojek dan GoPay, perkembangan regulasi, serta pelaksanaan aksi korporasi menjadi sejumlah indikator yang perlu dicermati. Perbaikan kinerja perusahaan tidak otomatis menjamin kenaikan harga saham karena valuasi, kondisi pasar, dan risiko operasional tetap memengaruhi pergerakan GOTO.

Perkembangan kinerja keuangan dan aksi korporasi memberikan konteks penting untuk memahami kondisi perusahaan. Namun, evaluasi saham tetap perlu mempertimbangkan keberlanjutan pertumbuhan bisnis dan risiko yang menyertainya.

Tagged With : •

Tinggalkan sebuah Komentar