Blue Wave Menang, Dolar AS Justru Melompat

Sempat melemah di awal sesi New York, Dolar AS malah berbalik naik ke level tertinggi dua pekan karena dilanda aksi profit-taking. Gejolak politik di negeri paman Sam tampaknya tidak terlalu berdampak pada pasar mata uang. Saat berita ini ditulis pada Jumat dini hari, Indeks Dolar AS naik 0.31 persen ke 89.80, setelah sempat menyentuh level tinggi 89.97.

Indeks Dolar AS

Kemenangan Demokrat di Georgia menjadi lampu hijau bagi Blue Wave alias Partai Demokrat untuk menguasai pemerintahan dan parlemen di AS. Namun para pendukung Donald Trump yang tak terima akan kekalahan, menyerbu masuk ke gedung Capitol. Mereka bertindak anarkis dengan melawan para polisi, serta menghalangi upaya sertifikasi kemenangan presiden terpilih Joe Biden walaupun akhirnya gagal.

Menurut Joseph Trevisani, analis dari FXStreet.com, walaupun pergerakan kenaikan Dolar AS tak besar, tetapi arahnya benar dan menjadi petunjuk arah selanjutnya. Lagipula efektivitas vaksin, lanjut Trevisansi, tak akan menunjukkan hasil yang instan, dan juga dapat menjadi salah satu alasan penguatan Dolar.

“Seberapa lama vaksin dapat menunjukkan efektivitas untuk mengakhiri pandemi, masih menjadi perdebatan. Namun, begitu hal itu terjadi (memerlukan waktu lama dalam mengakhiri pandemi) maka kita akan melihat pemulihan Dolar AS yang lebih kuat dan akan mengarah pada Dolar AS yang lebih kuat pula.” kata Trevisani.

Tak hanya Dolar AS, imbal hasil obligasi US Treasury 10-tahunan juga menorehkan kenaikan 1 persen untuk pertama kalinya sejak bulan Maret 2020.

Bullish Dolar AS Tak Akan Awet

Kendati demikian, sebagian besar analis justru pesismis bullish Dolar kan langgeng. Pasalnya, pemerintahan Biden cenderung mendukung anggaran stimulus fiskal dalam jumlah besar. Dalam hal ini, fungsi safe haven Dolar AS akan melemah dalam jangka panjang.

“Hasil pemilu Georgia berarti anggaran pengeluaran paket stimulus yang lebih cepat dan lebih agresif pada tahun 2021. Hal itu dapat membantu mendorong pemulihan lebih cepat daripada yang kemungkinan besar terjadi jika Partai Republik mempertahankan mayoritas mereka di Senat,” kata analis ING James Knightley, dalam catatan penelitiannya. “Dolar kemungkinan akan mengalami tambahan tekanan ke bawah dalam skenario yang lebih reflasioner ini.”

Tinggalkan sebuah Komentar