Bullish Poundsterling Terbentur Statement Pesimis Johnson

Reli Poundsterling tersandung pesimisme yang diungkapkan oleh PM Inggris, Boris Johnson. Setelah mengumpulkan kenaikan sekitar 2 persen sejak tanggal 15 Desember, Jumat siang ini Pound terpantau turun hampir setengah persen ke kisaran 1.3522 per dolar AS. Sementara EUR/GBP naik 0.27 persen setelah flat dalam volume trading yang sangat tipis dua hari sebelumnya.

Meskipun mengisyaratkan tanda-tanda kemajuan pada kesepakatan pasca-Brexit, Johnson tetap memegang teguh pandangannya bahwa hasil yang paling mungkin terjadi adalah Inggris meninggalkan UE tanpa kesepakatan alias No Deal Brexit.

PM Inggris, Boris Johnson

Menurut Johnson, kesepakatan tidak akan tercapai kecuali Uni Eropa menggeser posisinya secara substansial. Uni Eropa harus melonggarkan kebijakannya mengenai isu-isu kunci termasuk kuota perikanan.

Masih Ada Halangan Menuju Deal Brexit

Kabar terbaru tersebut muncul setelah pernyataan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengenai kemajuan dalam negosiasi kesepakatan perdagangan. Von der Leyen sendiri mengambil sikap yang tidak terlalu dramatis, dengan mengakui bahwa masalah tetap ada, tetapi pembicaraan akan terus berlanjut.

Seperti yang telah diketahui, parlemen Eropa telah memberi waktu kepada negosiator Brexit hingga 20 Desember untuk mencapai kesepakatan guna memberikan waktu yang cukup untuk meratifikasi potensi kesepekatan sebelum akhir masa transisi.

Sebelumnya, Kepala negosiator Uni Eropa, Michel Barnier, telah lebih dulu menyinggung tentang kemajuan dalam pembicaraan. Serupa dengan dua pejabat di atas, ia juga mengakui bahwa “batu sandungan tetap ada,” meski tenggat waktu tinggal beberapa hari lagi.

Demikian pula dengan Menteri Kantor Kabinet Michael Gove yang mengatakan bahwa kemungkinan persetujuan kesepakatan masih di bawah 50%. Ia menegaskan bahwa tidak ada peluang untuk mengundurkan negosiasi ke tahun depan, dan bersikeras bahwa 31 Desember adalah “titik tetap dalam undang-undang” dimana transisi harus diakhiri. Jika tidak, maka kedua belah pihak harus tunduk pada aturan World Trade Organization (WTO).

Meski demikian, para analis masih mendapatkan sinyal positif bagi Pound mengingat bahwa parlemen Inggris akan bersiaga selama liburan Natal. Oleh sebab itu, para trdare diharapkan waspada akan kabar Brexit, khususnya mengenai pengumuman Deal atau No Deal Brexit.

Tinggalkan sebuah Komentar