Crypto Winter Akan Dialami oleh Bitcoin dan Kawan-Kawannya

cryptocurrency

Mata uang digital Cryptocurrency merupakan aset yang cukup populer belakangan ini. Tetapi kepopulerannya tak berjalan dengan mulus. Kini mata uang tersebut tengah mengalami crypto winter atau pelemahan harga. Kejadian ini pun memunculkan keresahan di benak para pelaku pasar cryptocurrency.

Sang raja crypto, Bitcoin yang sempat menguasai pasar digital dengan harga US$ 611 miliar pada minggu ini mengalami penurunan yang tinggi. Yaitu sekitar 7,5%, dan diikuti oleh Ethereum yang menurun hingga 14,5%. Begitu pula dengan Tether yang bisa dikatakan dalam kondisi stagnan.

Pada urutan selanjutnya ada Binance Coin dan Cardano dengan angka penurunan 14,6% serta 6,4% masing – masingnya. Tetapi penurunan yang terjadi untuk beberapa jenis ini masih dikategorikan lebih baik dari pada beberapa jenis lainnya yang mengalami top loser crypto.

Top Loser Cryptocurrency

Dalam urutan top loser dari mata uang digital cryptocurrency, yang menempati top loser pertama ialah Kusama. Di mana kinerjanya sangatlah buruk, lebih dari 26% penurunan sebelumnya. Yang kini sudah mencapai 40% keanjlokan pada angka US$ 176,26 per koinnya.

Baca Juga Disini : Imbas Pelemahan Dollar As Membawa Naik Harga Emas Dunia

Angka yang sangat kecil, yang mana menjadi salah satu pemicu terjadinya crypto winter. Untuk urutan top loser selanjutnya ditempati oleh Internet Computer atau ICP dengan angka 36%, atau setara dua kali lipat dari sebelumnya yaitu 17%. Untuk top three loser ditempati oleh Crypto AMP yang pekan sebelumnya menurun sebesar 10%.

Kini mencapai angka 35% atau setara dengan US$ 0,05657 atau Rp 816 per koinnya. Angka yang sangat kecil sekali dan bisa dikatakan sebesar US$ 2,38 miliar penyusutan yang terjadi. Dan ini sudah dilihat dari data kapitalisasi pasar.

Pada angka top loser yang mendudukin lima besar juga dialami oleh BakeryToken dan Near Protokol. Dengan keanjlokan angka mencapai 33,79% dan 32,89% pada masing – masing jenisnya. Sungguh angka yang sangat menyedihkan. Jelas sekali kalau benak para pemegang pasar kapitalisasi akan sangat cemas.

Efek crypto winter yang terjadi ini bisa saja melumpuhkan pasaran mata uang digital. Entah dalam dunia bisnis persahaman, maupun bisnis lainnya yang menggunakan mata uang digital cryptocurrency sebagai salah satu sistem pembayarannya.

 

Tinggalkan sebuah Komentar