Dampak Suku Bunga Fed Naik Bagi Kalangan Investor

Suku bunga fed naik akan berdampak pada perekonomian. Suku bunga Fed menjadi tolok ukur utama untuk suku bunga lainnya dalam perekonomian. Selain itu, juga dikenal juga sebagai suku bunga dana federal serta turut menjadi tolak ukur bagi suku bunga hipotek, pinjaman mobil, hingga suku bunga kartu kredit.

Suku Bunga Fed Naik Bagi Kalangan Investor

Saat mengalami kenaikan, maka yang terjadi akan semakin mahal bagi bank dalam meminjam uang. Hal ini bisa memicu suku bunga pinjaman dan produk kredit yang lebih tinggi bagi konsumen. Hingga akhirnya akan mengurungkan niat masyarakat untuk meminjam.

Sebaliknya, saat suku bunga fed turun, maka menjadi lebih murah bagi bank saat akan meminjam uang. Rendahnya tingkat bunga pinjaman yang akan dibayarkan bisa mengarahkan masyarakat untuk meminjam uang sesuai keperluan.

Suku Bunga Fed Naik Menimbulkan Sejumlah Dampak

Kebijakan The Fed dalam menaikkan tingkat bunga berdampak cukup besar bagi pemulihan perekonomian dunia. Kenaikan tersebut di AS akan menarik investor asing dalam berinvestasi. Sementara itu, untuk negara lain, termasuk Indonesia kenaikan tersebut akan membuat pasar saham, crypto, dan obligasi semakin membarauntuk trader bisa memulai dengan trading forex terpercaya.

Tak hanya itu, kenaikan suku bunga membuat biaya pinjaman bank terus melonjak dan bisa memicu kesulitan hingga kerugian bagi pelaku usaha. Beberapa negara yang berencana menaikkan rates acuan perlu memperhatikan risiko bagi negara-negara berkembang yang terbilang rentan.

Langkah Federal membuat kondisi tertekan pasar obligasi di Indonesia saat menaikkan rates. Kondisi tersebut semakin parah dengan adanya prediksi bahwa tingkat inflasi Indonesia yang akan melonjak. Potensi kenaikan inflasi di atas 3% mendorong Bank Indonesia untuk menaikkan tingkat suku

Hal yang Harus Investor Lakukan

Kenaikan suku bunga akan membuat portofolio aset investasi semakin membara. Terlebih saat memasuki periode Sell In May, Go Away. Sell In May, Go Away merupakan  kecenderungan aksi investor untuk menjual saham pada bulan Mei sehingga akan menghindari penurunan kinerja pasar modal saat liburan musim panas.

Beberapa investor global percaya jika pasar modal kinerjanya akan negatif selama periode Mei-Oktober. Hal ini karena banyak investor yang mengalokasikan dana investasi untuk keperluan liburan.

Meski suku bunga fed naik, bagi yang memiliki tujuan investasi jangka panjang, pasar modal selama bulan Mei-Oktober memberikan kesempatan emas. Khususnya bagi Anda yang ingin menambah portofolio saham dan reksadana saham, bisa melalui broker exness.

 

Tinggalkan sebuah Komentar