Data dan Informasi Indikator Inflasi AS November 2021

Data dan Informasi Indikator Inflasi AS November 2021

Data dan Informasi adanya indikator yang menyebabkan AS mengalami inflasi menyangkut pada Jobless Claims dan PCE Price Index. Hal yang penting untuk diperhatikan setiap saat untuk mengetahui presentasenya.

Jobless Claims sendiri akan menghasilkan initial data, berguna untuk tolak ukur penerima tunjangan pengangguran pertama kali dan lebih berdampak. Pada titik ini juga indikator awal peningkatan inflasi.

Data dan Informasi Indikator Inflasi AS November 2021

Tepatnya Rabu, 24 November 2021, pukul 20:30 WIB, telah ditetapkan catatan Jobless Claims AS per 19 November 2021 berdampak medium hingga tinggi pada USD.

Data serta informasi ini berhubungan dengan jumlah tenaga kerja, serta fundamental paling awal. Jika dilihat dari berbagai faktor, nyatanya, pandemi salah satu patokan yang tidak bisa dihindari.

Meski Maret 2020 tetap yang terendah, tetapi segala perkembangannya masih harus diperhatikan. Seperti minggu lalu, Jobless Claims AS mengalami penurunan sebanyak 1,000 menjadi 268,000 klaim.

Itu lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya yang hanya sebesar 260,000. Lalu dalam 4 minggu terakhir turun menjadi 272,750 klaim. Adanya asumsi dari prediksi awal untuk kembali turun 259,00.

Hal ini tentu saja diyakini dapat lebih menguatkan USD. Setelah hasil tersebut, jam 22:00 WIB data Core Personal Consumption Expenditure (PCE) Price Index dari AS berdampak tinggi pada USD.

Presentase data dan informasi yang masuk ini merupakan perubahan harga barang serta jasa tingkat konsumen setiap individunya. Indikator pada titik ini penting menentukan tingginya inflasi pada AS.

Bulan September lalu, telah mengalami peningkatan sebesar 0.2% ke 118.29 index points. Data ini merupakan yang tertinggi sejak 1959. Hasilnya sudah diperkirakan, dan juga merupakan kenaikan terendah sejak 7 bulan terakhir.

Baca juga : Data PMI zona euro menyelamatkan turunya UER/USD

Sejauh ini AS masih memantau lebih dalam seputar kenaikan inflasi akibat pergerakan aktivitas ekonomi yang kurang stabil. Pandemi Covid-19 ikut serta dalam keseimbangan penawaran juga permintaan harga.

Bagi Anda para trader dalam perdangan Forex Exchange dapat mengikuti segala perkembangan keuangan AS yang memungkinkan pengaruh nilai untuk ke depannya. Mengecek akun broker exness secara berskala.

The Fed juga menambahkan bila inflasi tersebut hanyalah bersifat sementara. Sehingga tidak perlu tergesa-gesa dalam menaikkan suku bunga. Data dan Informasi seputar indikator awal ini sebagai penentu rencana AS selanjutnya.

Tinggalkan sebuah Komentar