Dolar AS Makin Merosot, Inflasi Tetap Jadi Fokus

Awal perdagangan Eropa pada Selasa (13/06/2023) dibuka dengan nilai tukar dolar AS makin merosot. Penurunan ini tetap terjadi meskipun sentimen risiko telah terbantu oleh berkurangnya suku bunga pinjaman Cina.

Dolar AS Makin Merosot, Inflasi Tetap Jadi Fokus

Indeks dolar pada pukul 14.15 WIB telah mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lain. Nilainya berkurang 0,3% ke level 102,888, berada di level yang terakhir dicapai pertengahan Mei lalu.

Yuan Cina Telah Dipangkas Suku Bunganya, Dolar AS Makin Merosot Dibayangi Inflasi AS

Sementara itu yuan Cina kini tengah berada di titik terendah dalam enam bulan belakangan, dimana USD/CNY naik sebesar 0,1%. Terjadi setelah People’s Bank of Cina pangkas suku bunganya.

Tepatnya suku bunga reverse repo tujuh hari, dari 2,00% menjadi 1,90%, turun 10 basis poin. Penurunan suku bunga ini dilakukan pertama kalinya sejak Agustus 2022 saat pemangkasan loan prime rate.

Kebijakan ini menjadi salah satu tanda bahwa pemerintahan Cina berusaha pertahankan kelonggaran kebijakan moneter, dalam rangka pemulihan pasca Covid. Sehingga sentimen risiko juga muncul untuk tekan penurunan dolar.

Meskipun Cina telah memangkas suku bunganya, hal lain masih menyebabkan dolar AS makin merosot. Terutama ketidakpastian dalam menunggu data inflasi AS serta rapat kebijakan yang akan diadakan the Fed.

Inflasi sendiri diperkirakan akan mending pada Mei, sehingga the Fed punya ruang untuk hentikan menambah suku bunga. Dimana para analis perkirakan berbagai harga pada bulan Mei naik hingga 4,1%.

Berhasil melambat daru pertumbuhannya yang sampai 4,9% bulan April. Sementara harga inti, tidak termasuk makanan serta energi volatile, diprediksikan naiknya 5,5%, turun dari sebelumnya 5,5%.

Situs broker spread tipis juga mencantumkan informasi mengenai kenaikan GBP/USD. Kenaikannya sebesar 0,4%, menjadi level 1,2563. Pejabat Bank Inggris telah beri sinyal kenaikan suku bunga kalau inflasi belum terkendali.

Sementara itu USD/JPY turun ke level 139,53. Dimana Bank of Japan diprediksi tetap pertahankan kebijakan moneter yang longgar minggu ini. Sedangkan AUD/USD berisiko naik 0,3%, jadi di level 0,6774.

EUR/USD juga naik 0,3% menjadi level 1,0793 pasca dikonfirmasinya harga konsumen Jerman 6,1% bulan Mei. Berbagai kenaikan dari mata uang utama tersebut itulah menunjukkan dolar AS makin merosot nilai tukarnya. octafx website

Tinggalkan sebuah Komentar