Dolar AS Melemah Karena Kemenangan Joe Biden Pada Pilpres AS

Aksi jual yang dilakukan oleh para investor dimana mereka mulai beralih menuju aset beresiko telah melemahkan dolar AS. Bahkan hari ini, USD melemah di tanggal 09 November sebab mata uang ini mengalami tekanan oleh adanya sentimen pasar ketika menyikapi kemenangan kandidat Joe Biden pada pilpres atas Trump minggu lalu. Ketika berita ini muncul, indeks DXY yang digunakan untuk mengukur adanya performa USD pada mata uang mayor yang lainnya ada di sekitar 92.19.

Description: Investor Lirik Joe Biden Bikin Dolar AS Lesu : Okezone Economy

Apa yang Menyebabkan Dolar AS Melemah atas Kemenangan Joe Biden?

Nilai ini melemah senilai 0.04% dari harga buka atau Open harian. Amerika Serikat resmi memiliki presiden baru yaitu Joe Biden dimana beliau meraih sekitar 290 electoral vote sementara pesaingnya yaitu Trump hanya berhasil mengumpulkan sekitar 214 electoral votes sehingga telah dipastikan bahwa pilpres AS ini dimenangkan oleh Biden khususnya ketika dirinya berhasil untuk lebih unggul di state of Pennsylvania atau negara bagian Pennsylvania. Adanya kemenangan yang diraih Joe Biden ini telah memicu peningkatan minat resiko market yang berujung pada melemahnya dolar AS.

Lihat disini : Broker Forex Terbaik dan Terpercaya Untuk Trader Indonesia

Jika dibandingkan dengan Trump sebelumnya, Biden rupanya dinilai akan menerapkan pendekatan yang jauh lebih terbuka dan ramah khususnya mengenai isu adanya perdagangan luar negeri. Dalam beberapa hari ini, dolar memang mengalami pelemahan yang cukup signifikan dan hal ini pun telah mencerminkan adanya sikap antisipasi pasar pada kebijakan di bawah pemerintahan Biden yang membawa adanya pendekatan yang tidak konfrontatif layaknya Trump dan kemungkinan kebijakan moneter yang longgar terus membuat mata uang USD ini semakin redup.

Jika dilihat secara garis besarnya, USD itu mengalami pergerakan dalam range volatilitas moderat di awal pekan ini sebab investor pun telah melakukan antisipasi pada kemenangan Biden. Akan tetapi, market rupanya masih menantikan apakah pihak yang kalah yaitu Trump akan mengambil jalan lain yaitu menempuh jalur hukum terkait dengan kekalahannya ketika Pilpres AS berlangsung. Salah satu pihak di dalam Gedung Putih menyatakan bahwa ada kemungkinan jika Trump menerima kekalahan yang dialaminya meskipun masih beluk dikonfirmasi langsung oleh Trump.

Lihat disini : Cari Tahu Lebih Dalam Apa Itu Forex Trading

Selain itu, fokus dari para pelaku pasar sekarang pun juga masih tertuju pada pertarungan antara Republik dan Demokrat di Senat. Sampai pagi tadi, partai Republik masih dianggap unggul karena memimpin atas partai Demokrat dengan 48 kursi sementara partai Demokrat juga masih terus mengikuti dengan 46 kursi. Susunan yang paling akhir dari kursi Senat itu semuanya bergantung pada sisa empat pertarungan lagi termasuk dengan kursi yang asalnya dari negara bagian Georgia yang masih sampai sekarang belum diputuskan sama sekali.

Bila nantinya partai Demokrat itu mampu mengungguli perolehan kursi yang dimiliki sekarang oleh partai Republik di Senat, maka akan muncul dominasi Demokrat atau gelombang biru. Ini semua dikarenakan Demokrat hampir dipastikan sudah menguasai sekitar 215 kursi di House of Representative dibandingkan 196 kursi milik partai Republik. Kondisi ini diperkirakan akan terus menekan Dolar AS untuk beberapa waktu lagi.

Tinggalkan sebuah Komentar