Dolar AS Menguat Awal Minggu, Jelang Perilisan Data Penting

Pada pekan baru ini, dolar AS menguat dan tetap terlihat tangguh terhadap sejumlah mata uang lainnya. USD pertahanan kekuarannya agar dapat memulai minggu baru walaupun aktifitas perdagangan cukup lemah.

Jelang Perilisan Data Penting, Dolar AS Menguat Awal Minggu

Sebab adanya libur Memorial Day di Amerika Serikat. Indeks dolar AS (DXY) sebagai pelacak kinerja dari USD di enam mata uang utama lain tetap bertahan stabil pada angka 104,00.

Itu terjadi setelah mengalami kenaikan 1% dari pekan lalu. Disusul perilisan data makroekonomi baru AS, investor kembali nilai bagaimana prospek kebijakan Fed serta kini menyaksikan kesempatan lebih besar suku bunga naik.

Pada bulan Juni ini diperkirakan suku bunga akan mengalami kenaikan lagi. Nantinya USD akan terus memperoleh permintaan sebab naiknya imbal hasil obligasi dari pemerintah Amerika Serikat. broker aximtrade

Dolar AS Menguat Dampak Kebijakan Fed?

BEA (biro analisis ekonomis AS) memberikan laporan Jumat lalu bahwa inflasi AS yang pengukurannya berdasarkan PCE naik di 4,4% yoy pada April. Sebelumnya di angka 4,2% bulan Maret.

PCE digunakan untuk pengukur inflasi yang paling disukai Fed naik cukup tipis 4,6% dibanding ekpektasi market 4,6%. Data lebih lanjut dari BEA memperlihatkan jika penghasilan pribadi naik 0,4% bulanan.

Di tengah data-data penting yang akan dirilis, dolar AS menguat memperlihatkan ketangguhannya. The Fed punya dua mandat yakni stabilitas harga dan lapangan kerja maksimal.

Dijadikan sebagai alat utama agar dapat mencapai semua tujuannya, the Fed memanfaatkan suku bunganya. Namun tentu saja harus dapat menemukan bagaimana keseimbangan yang tepat agar tidak merugikan USD.

The fed sendiri tetap mengkhawatirkan mengenai permasalahan inflasi. Sehingga Mereka akan melakukan pengetatan kebijakan dengan meningkatkan suku bunga agar tarif pinjaman naik dan mendorong tabungan supaya dikeluarkan.

Para brokerindofx.com tentunya juga memberikan informasi aktual mengenai pergerakan USD terhadap mata uang lain. Di sini USD nantinya akan kembali menguat karena jumlah uang yang beredar menurun.

Namun di lain sisi Fed bisa memutuskan agar longgarkan kebijakan lewat suku bunga apabila khawatir memperbesar tingkat pengangguran. Rendahnya suku bunga mungkin bisa membuat investasi bertumbuh.

Selain itu nantinya perusahaan juga dapat memberikan pekerjaan kepada banyak orang. Naiknya imbal hasil obligasi bida membuat dolar AS menguat karena permintaan uang terus naik.

 

Tinggalkan sebuah Komentar