Jelang Tahun Baru 2022, Dolar AS Menguat dan Yen Melemah

Dollar AS MenguatMenjelang tahun baru Dolar AS menguat dan membuat nilai tukar Euro terhadap USD diprediksi akan melemah. Sebelumnya USD sempat melemah karena adanya pengaruh dari varian virus baru. Namun, pengaruh virus ini justru menghampiri yen.

Pada selasa (28/12/21) yen diperdagangkan mendekati level terendah di satu bulan terakhir dan menghadapi dolar AS karena adanya ketidakpastian mengenai virus Omicron. Varian virus Omicron masih menjadi sentimen pasar dan investor.

Baca juga : Pasar penguatan ekuitas, emas naik dan dolar tertahan

Selain itu, adanya kebijakan moneter Federal Reserve AS juga masih menjadi fokus utama. Selain kebijakan ini, kebijakan moneter ECB mengenai perkembangan inflasi Zona Euro juga menjadi fokus pasar dan investor.

USD masih diprediksi akan menguat hingga tahun depan dan menambah tekanan pada mata uang Euro atau lainnya. Indeks Dolar AS mengukur greenback terhadap mata uang lainnya naik tipis 0,01% di 96,097 pada Selasa (28/12/21) siang.

Dolar AS Menguat, Yen Melemah

Yen mengalami penurunan ke level terendah dan ini sudah berlangsung hampir selama satu bulan. Penurunan yen terhadap Dolar ini karena aset safe-heaven yang tidak disukai setelah rekor tertinggi reli Wall Street.

Mata uang Jepang ini melemah sejauh 114,935 yen per dolar, sedangkan pasangan pasangan Dolar AS menguat. Pasangan AUD/USD naik tipis sebanyak 0,01% ke 0,7235. Pasangan NZD/USD juga naik tipis sebesar 0,04% di 0,6810.

Ini membuat pasar Selandia Baru dan Australia ditutup libur. Sedangkan pasangan USD/CNY naik sebesar 0,02% berada di 6,3720. People’s Bank of China menegaskan bahwa nilai tukar yuan akan lebih fleksibel di tahun 2022 mendatang serta secara keseluruhan akan tetap stabil.

Pasangan dolar GBP/USD menurun tipis sebesar 0,05% yaitu di 1,3430. Ini juga terjadi pada rupiah yang turun 0,10% ke 14,239,0 per Dolar Amerika Serikat.

Sedangkan saham-saham di AS naik setelah S&P 500 ditutup. Mata uang safe-heaven DolarAS ini mendekati batas bawah kisaran perdagangan. Anda dapat memantau setiap perubahan dan perkembangan ini pada broker fbs yang menyajikan semua informasi trader.

Kecenderungan naik turunnya mata uang ini masih dipengaruhi adanya varian virus baru Omicron. Tidak hanya mata uang pasar ekuitas juga terpengaruh. Meski begitu, diprediksi hingga tahun depan, mata uang Dolar AS menguat.

Tinggalkan sebuah Komentar