Dolar AS Ungguli Franc, Swiss Bantah Tudingan Manipulator

Dolar AS menguat terhadap Franc Swiss di sesi perdagangan Senin pagi. USD/CHF naik 0.3 persen ke 0.8855, setelah bearish dalam sepekan kemarin.

Fungsi safe haven Dolar AS menguat setelah Kongres AS gagal menyepakati bantuan ekonomi untuk menanggulangi dampak COVID-19. Selain itu, perundingan Brexit yang sama buntunya dengan stimulus fiskal AS turut mendorong Dolar AS menguat.

Terlepas dari penguatan Dolar AS, Swiss National Bank minggu lalu membantah tuduhan Amerika yang melabeli Swiss sebagai manipulator mata uang. Kementerian Keungan AS secara sepihak memasukkan Swiss sebagai daftar negara yang diduga mendevaluasi nilai tukar mata uangnya terhadap Dolar AS.

Presiden SNB Thomas Jordan menegaskan bahwa baik SNB maupun Swiss, tak pernah secara sengaja mengatur manipulasi nilai mata uang Franc Swiss.

“Kebijakan moneter kami adalah kebutuhan. Itu pun legitimasi. Kami memiliki tingkat inflasi yang sangat rendah bahkan negatif saat ini. Jadi, kami memang harus mengatasi deflasi ini secepatnya. Sementara Franc Swiss sangat kuat, nominalnya terapresiasi besar-besaran dalam 12 tahun terakhir, baik vis-a-vis Euro, maupun vis-a-vis Dolar AS,”

Thomas Jordan, Presiden Swiss National Bank

SNB telah lama mengelola kebijakannya untuk menintervensi pasar mata uang dengan lebih kuat. Namun mereka menolak jika hal itu disebut sebagai upaya manipulasi Franc Swiss.

baca juga : bisnis forex adalah bisnis paling populer di tahun ini

Kementerian Keuangan AS mengatakan bahwa intervensi Swiss mencapai 14 persen dari total Produk Domestik Brutonya. Sedangkan untuk dilabeli sebagai manipulator, surplus perdagangan bilateral sebuah negara dengan AS harus $20 miliar lebih dan intervensi mata uangnya lebih dari 2 persen.

Tak menggubris tudingan AS, SNB menyatakan akan melanjutkan kebijakan intervensi mata uang yang mereka jalankan. Pada hari Kamis (17/Desember) minggu lalu, SNB mengumumkan akan menjaga kebijakan moneternya di -0.75 persen dan menjadi suku bunga terendah di dunia. Mereka pun berkomitmen untuk tetap membeli mata uang asing lebih kuat lagi.

Presiden Jordan menyebut bahwa bank sentral telah membuat pertimbangan untuk membeli valuta asing tahun ini. Namun, ia menolak untuk memberikan detail level intervensi di paruh tahun kedua.

Tinggalkan sebuah Komentar