Dolar AS Menguat, Yen dan Euro Berada di Posisi Terakhir

Dolar ASDi awal tahun 2022 Dolar AS menguat setelah di akhir Desember sempat menurun karena beberapa tekanan dari obligasi Amerika Serikat. Namun, pada perdagangan senin (3/1/2022) Dolar AS beranjak naik di Asia.

Ini juga merupakan dampak dari ditutupnya pasar utama Asia Pasifik karena hari libur membuat perdagangan di awal tahun 2022 cukup tenang. Serta tidak membuat pergerakan mata uang dunia mengalami pergerakan cukup drastis.

Namun, Yen Jepang dan Euro berada di posisi terbawah pada perdangan. Ini pengaruh dari pergerakan utama kebijakan bank sentral. Akibat dari kebijakan bank sentral ini, sepanjang akhir tahun lalu Yen Jepang dan Euro menunjukkan kinerja yang buruk.

Euro tertekan sekitar 7% melawan US Dolar, dan diprediksi akan semakin tertekan pada tahun ini. Dolar Kanada menjadi mata uang mayor terbaik setelah USD. Sedangkan mata uang lainnya yaitu Lira Turki mengalami penurunan.

Lira Turki anjlok sebanyak 45% melawan mata uang Amerika sepanjang tahun 2021. Dalam dua decade terakhir, akibat dari lonjakan inflasi serta kontroversi kebijakan pemerintah Turki membuat performa Lira Turki cukup buruk.

Dolar AS Menguat Dampak Pasar Utama Masih Tutup

Pasar utama Asia Pasifik yang masih tutup membuat perdagangan di awal tahun ini menjadi cukup tenang. Hal ini juga membuat Dolar AS mulai menguat dan berangsur membaik setelah sebelumnya tertekan di penghujung tahun 2021.

Indeks USD mengukur greenback terhadap mata uang dunia lainnya naik sebesar 0,28% pada 95,862. Ini mengakibatkan sejumlah pasangan Dolar AS mengalami pergerakan. Pasangan USD/JPY naik sebesar 0,18% menjadi 115,29.

Baca juga : Kenaikan harga internasional pengaruhi berbagai sektor

Mata uang Indonesia masih turun, Rupiah turun sebesar 0,15% berada di 14.271,5. Pasangan lainnya yaitu AUD/USD turun tipis sebesar 0,12% menjadi 0,7251. NZD/USD juga mengalami kenaikan sebesar 0,12% di 0,6832. Sedangkan pasangan USD/CNY masih di posisi stabil, yaitu 6,3561 dan GBP/USD turun sebesar 0,18% berada menjadi 1,3504.

Pergerakan beberapa mata uang serta pasangan Dolar AS ini masih disebabkan oleh penyebaran varian virus Omicron yang masih menjadi pandemic dunia. Anda dapat melihat pergerakannya melalui broker terpercaya broker XM.

Selain pasar utama Asia Pasifik, beberapa pasar lainnya juga masih tutup libur awal tahun. Ini membuat Dolar AS menguat dan berangsur membaik dibanding tahun sebelumnya.

 

Tinggalkan sebuah Komentar