Dollar AS Lanjut Naik, Naiknya Suku Bunga FED Diantisipasi

Dollar AS lanjut naik di hari Selasa (26/09), mengalami kenaikan ke level tertinggi 10 bulan. Setelah yields obligasi terus menguat ke level tertinggi dalam 16 tahun terakhir di tengah-tengah meningkatnya.

Dollar AS Lanjut Naik, Naiknya Suku Bunga FED Diantisipasi

Ekspektasi suku bunga Amerika Serikat akan terus naik lebih lanjut pada tahun ini. Pukul 14.15 WIB, Indeks Dollar yang mengukur greenback terhadap 6 mata uang lain, diperdagangkan.

Mengalami kenaikan 0,2% ke 105,880, sesudah mencapai level tertinggi pada November di 106,100 hari Senin. Dollar mendapatkan dorongan sesudah Presiden FED mengatakan pada Senin malam bahwa bank central AS.

Mungkin butuh menaikkan suku bunga pinjamannya lebih lanjut serta mempertahankannya agar tetap tinggi. Tentunya untuk beberapa waktu agar dapat menurunkan inflasi lagi ke sekitar 2%.

Dollar AS Lanjut Naik, Naiknya Suku Bunga FED Diantisipasi

Minggu ini, Fed mempertahankan suku bunga kebijakannya yakni kisaran 5,25% hingga 5,50%. Tetapi para pengambil kebijakan mengindikasikan kemungkinan nantinya akan mempertahankan suku bunganya lebih lama.

Dengan kurang dari 1/2 memperkirakan akan menurunkan suku bunganya hingga di bawah 5% pada tahun depan. Gabungan dari pernyataan hawkish Fed serta data ekonomi yang tangguh.

Sudah menyebabkan Treasury yield 10 tahun hingga mencapai 4,5% untuk pertama kali sejak 2007. Terdapat angka-angka ekonomi yang perlu dicerna hari Selasa, data kepercayaan konsumen serta home sales AS.

Yang bisa berdampak pada dolar di sesi ini dan tentunya itu mempengaruhi para https://brokerindofx.com/ . Kekuatan dollar sudah sangat menekan euro serta poundsterling, dengan kemungkinan bahwa the Fed.

Akan menaikkan suku bunganya kembali tahun ini, yang tentunya kontras dengan European Central Bank. Yang telah isyaratkan jeda di dalam siklus kenaikan suku bunga. Sedangkan BoE menghentikan kenaikan suku bunganya.

Yang sudah berlangsung lama pada minggu lalu. EUR/USD mengalami penurunan 0,1% menjadi 1,0575 dan melanjutkan pelemahan 0,5% di Senin dan akan kembali turun 3% pada kuartal ini.

Meskipun Dollar AS lanjut naik di hari Selasa, penurunan persentase kuartalan tersebut termasuk yang terburuk selama setahun. GBP/USD mengalami penurunan 0,3% menjadi 1,2175, jatuh ke level rendah 6 bulan.

Akan melemah cukup besar yakni 3,8% selama 3 bulan hingga September. USD/JPY mengalami kenaikan 0,2% ke 149,14, sementara yen mendekati level rendah 11 bulan terhadap dollar.

Pair mata uang ini masih begitu mendekati level 150, yang diharapkan para traders akan mendorong intervensi pemerintah. Maka dari itu, meski Dollar AS lanjut naik, naiknya suku bunga FED diantisipasi.

 

 

 

Tinggalkan sebuah Komentar