Dollar AS Menguat, FED Memberikan Dukungan

Dollar AS MenguatPada awal perdagangan Eropa, Dollar AS menguat. Tepatnya sebelum digelarnya pertemuan Bank Sentral. Namun meskipun begitu, kekhawatiran para broker terkait varian Omicron masih tetap Ada.

Tidak hanya itu, broker aximtrade juga mengalami kekhawatiran yang sama. Menurut Wall Street, pasar saham tetap fluktuatif, sampai nanti ada kejelasan yang lebih lanjut terkait varian Omicron tadi terhadap ekonomi.

Baca juga : Dampak obligasi pepp, kenaikan eur/usd terbatas

Jika rendah atau memudar, itu akan memungkinkan pasar kembali fokus kepada Federal Reserve dan juga prospek pertumbuhannya. Jadi semua tergantung bagaimana kejelasan dari varian Omicron ini terhadap perekonomian.

Dollar AS Menguat Akhir Ini

Indeks Dollar Amerika Serikat menurut data, dengan mengukur greenback terhadap mata uang lainnya, naik 0,21% di 96,280. Sementara mata uang lain ada yang mengalami peningkatan ada juga yang mengalami penurunan.

Seperti USD/ JYP yang mengalami kenaikan 0,23% di 113,64. Sementara EUR/ USD justru melemah 0,23% di 1,1285, bahkan AUD/ USD malah mengalami penurunan 0,36% di 0,7145.

Baca juga : Rekomendasi broker forex spread tipis

Namun Rupiah bernasib sama dengan Dollar Amerika Serikat. Rupiah menguat 0,19% di 14.342,5 per Dollar Amerika Serikat. Sementara GBP/ USD mulai melemah 0,32% di 1,3226.

Hal itu terjadi setelah Perdana Mentri Inggris, pada Hari Minggu mengingatkan bahwa Inggris sedang menghadapi gelombang pasang. Gelombang pasang dari virus Covid 19, ketika ia sedang mempercepat peluncuran booster Negaranya.

Bank of England, akan mengadakan pertemuan guna membahas penetapan kebijakan dan kekhawatiran akan virus Omicron. Hal ini diperkirakan membuat Bank Sentral untuk lebih berhati-hati, mendorong kebijakan kenaikan suku bunga pertama.

The Fed Mendukung Kenaikan Dollar AS

Diperkirakan secepatnya, The Fed akan melakukan pengurangan pembelian aset. Hal ini menyebabkan, suku bunga naik lebih awal. Poses tapering juga akan dipercepat, namun harga pasar masih tetap bisa lebih agresif.

Pasar telah memperkirakan bahwa kenaikan suku bunga Amerika Serikat adalah sebesar 25 poin. Dan langka The Fed agar mempercepat berakhirnya pembelian dari obligasi, kemungkinan bisa mendukung Dollar.

Terlebih lagi terhadap mata uang yang Bank Sentralnya lebih lambat memperketat kebijakan. Sementara USD/ CNY mengalami penurunan 0,07% di 6.3638 di mana yuan berhasil mendekati level tertinggi selama 3 tahun.

Banyak pihak yang khawatir terhadap varian Omicron ini. Sebab kejelasan dari varian ini terhadap perekonomian masih belum ada. Namun, meskipun begitu pada awal perdagangan Eropa, Dollar AS menguat.

 

Tinggalkan sebuah Komentar