Dollar AS Turun, The Fed Mungkin Akan Pangkas Suku Bunga

Dollar AS turun secara tipis pada awal perdagangan Asia di hari Senin 18 Desember 2023 ini. Hal tersebut sesudah pihak Federal Reserve memberikan isyarat adanya pemotongan suku bunga tahun depan.

Dollar AS Turun, The Fed Mungkin Akan Pangkas Suku Bunga img

Selain itu, juga disebabkan karena adanya laporan angka PMI di AS, sedangkan bank sentral di Eropa justru tetap mempunyai pegangan pada kebijakan nan hawkish. dari Indeks Dollar, yang melacak greenback pada enam mata uang, ternyata turun menjadi 0,03% di 102,195.

Dari data tersebut membuat masyarakat khususnya Anda mungkin akan berpikir sebelum memutuskan masuk ke dalam broker Forex. Padahal indeks tersebut sudah pernah kembali stabil pada minggu lalu dimana hanya naik 0,02%.

Dollar AS Turun Akibat Dovish Pivot dari FED

Dollar AS turun ternyata juga disebabkan karena pivot dari pihak the FED terhadap pemangkasan suku bunga. Hal itu juga dapat menunjukkan bahwa dollar tetap tidak akan disukai oleh para trader hingga tahun ini berakhir.

Hal tersebut berbanding terbalik dengan Eropean Central Bank serta Bank of England dimana justru ingin mempertahankan kebijakan ketat tahun depan. Tujuannya adalah untuk memangkah inflasi karena mempertahankan jumlah suku bunga tidak alami perubahan.

Kendati terdapat sejumlah data ekonomi dari Amerika Serikat untuk dicerna, termasuk produksi manufaktur serta industri, namun sebagian besar hanya tertuju pada pidato dari John Williams. Pidato tersebut membahas perdebatan sudah beralih ke waktu pemotongan suku bunga 1.

Pihak ING menambahkan apabila Williams menyebut penurunan suka bunga, maka pihaknya menduga apabila dollar AS turun dan berada di posisi lemah. Ini tentu akan memberikan kerugian tersendiri bagi yang ingin melakukan kegiatan trading forex.

Sebenarnya dari laporan Reuters menyebutkan bahwa produksi di pabrik alami kenaikan pada bulan November pekan lalu dan dibantu rebound produksi kendaraan. Namun aktivitas melemah di tempat lainnya karena bidang manufaktur masih bergulat pada biaya pinjaman.

Di sisi lain yakni di ASIA, Yen justru stabil jelang BOJ dimana USD/JPY di pasar dagang naik 0,11% ke 142,31. Dollar AS turun di pasar perdagangan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi para trader sebelum memutuskan untuk melakukan trading.

Tinggalkan sebuah Komentar