Dollar AS Menguat, Ini Dampak yang Harus Diwaspadai Investor

Dollar ASPada penutupan perdagangan sesi Rabu (27/07), hasil menunjukkan bahwa dollar AS menguat. Hasil ini berbanding terbalik dari sesi sebelumnya di mana dollar AS mengalami penurunan terus menerus yang disebabkan oleh inflasi AS belum teratasi dengan baik.

Dollar AS berhasil bangkit hingga menyentuh level tertinggi selama 20 tahun terakhir. Saat ini investor juga tengah menantikan keputusan the Fed untuk menaikkan suku bunga kembali sehingga kemungkinan besar dollar AS akan semakin kuat.

Lihat disini : Rupiah rajai mata uang asia, harga emas turun

Saat ini nilai tukar rupiah terhadap dollar AS sudah menembus Rp 15.000 per dollar AS. Nilai tukar ini melemah 6.00 poin atau 0.04 persen pada posisi Rp 14.999 pe dollar AS. Tidak hanya itu, indeks dollar AS juga terpantau melemah 0.16 persen ke angka 107.0190.

Dollar AS menguat ini bisa memberikan banyak dampak terhadap perekonomian dunia termasuk Indonesia. Maka dari itu, investor harus mewaspadai berbagai dampak yang mungkin akan terjadi akibat kenaikan dollar AS jika terjadi secara terus menerus.

3 Dampak yang Timbul Jika Dollar AS Menguat Terus Menerus

Dollar AS merupakan mata uang utama dunia yang memiliki dampak besar terhadap kondisi ekonomi dunia. Maka dari itu, jika dollar AS terus menguat juga akan ada berbagai dampak yang ditimbulkan termasuk di Indonesia.

  1. Harga sembako naik

Salah satu dampak jika dollar AS terus menguat adalah akan ada kenaikan pada harga sembako. Dollar AS menguat artinya rupiah terpuruk sehingga bisa memicu kenaikan biaya import khususnya pangan.

  1. Beban utang semakin tinggi

Nilai dollar AS yang terus melambung juga berdampak pada beban utang semakin tinggi. Hal ini karena pendapatan diperoleh dalam bentuk rupiah akan tetapi bunga dan cicilan pokok yang harus dibayar berbentuk valas.

  1. Investasi menurun

Jika nilai dollar AS terus menunjukkan kenaikan, maka investor akan cenderung mengurangi nilai investasi. Hal ini bisa berakibat pada anjloknya harga saham di Wall Street karena minat investasi yang menurun.

Dollar AS merupakan indicator untuk mengukur kondisi ekonomi dunia. Maka dari itu, jika dollar AS menguat terus menerus maka bisa menyebabkan berbagai dampak bagi dunia tidak terkecuali di Indonesia.

 

Tinggalkan sebuah Komentar