Emas Melambung Tinggi, Imbas Konflik Ukraina dan Rusia

Konflik yang masih terus terjadi antara Ukraina dan Rusia memberikan dampak besar, diantaranya adalah harga emas melambung tinggi, kestabilan politik, perdamaian diantara negara-negara, dan lain sebagainya.

Emas Melambung Tinggi

Terhitung, harga logam mulia ini kembali melonjak pada perdagangan Rabu (2/3/2022) pagi WIB. Hal ini terjadi ketika sanksi Barat terhadap Rusia atas invansinya ke Ukraina semakin meluas.

Serangan ini tentunya membuat sejumlah negara khawatir dan berdampak langsung pada perekonomiannya.

baca juga : Trading emas online, berapa harga gold sekarang?

Konflik yang terjadi antara kedua negara sudah berlangsung lama dan kian memanas. Tidak hanya pada kestabilan politik, namun juga pada jumlah korban jiwa yang semakin banyak. Peperangan ini terjadi karena persengketahan geopolitik yang tidak menemukan titik ujungnya.

Rusia terus melancarkan serangan kepada Ukraina melalui tembakan serta rudal, tidak hanya menyerang sistem pertahanan saja, Rusia juga menyerang pemukiman padat penduduk.

Konflik yang terjadi ini juga membuat para investor khawatir. Investor tetap khawatir ketika konflik terus terjadi dan memasuki hari ke enam. Implikasi dari konflik ini berimabs terhadap prospek inflasi, emas melambung tinggi, dan pertumbuhan global.

Konflik Ukraina—Rusia Berdampak Pada Global dan Harga Emas Melambung Tinggi

Pada perdagangan terakhir di broker forex terpercaya, emas melambung tinggi dan menyebabkan para investor khawatir. Harga emas kembali melonjak pada perdagangan Rabu (2/3/2022). Sanksi terhadap Rusia ini meningkatkan kekhawatiran atas dampak terhadap perekonomian yang memburuk.

Sehingga mendorong permintaan atas aset safe-heaven emas. Harga emas ini tentunya membuat banyak investor khawatir, selain itu juga berdampak pada inflasi dan pertumbuhan global.

Harga emas melambung tinggi merupakan dampak dari kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, melonjak hingga 43,1 US Dolar Amerika Serikat atau sebesar 2,27%. Perdagangan ini ditutup pada 1.943,80 USD per ounce.

Perdagangan ini merupakan penyelesaian tertinggi dalam 13 bulan. Harga ini berdasarkan kontrak teraktif mencapai level tertinggi sejak 5 Januari 2021. Jatuhnya indeks pasar saham Amerika Serikat dan imbal hasil obligasi Amerika Serikat juga mendukung emas.

Selain dampak dari konflik Rusia—Ukraina, investor juga mengantisipasi kesaksian Ketua Federal Reserve Jerome Powell di hadapan Kongres AS mengenai kenaikan suku bunga di tengah ketegangan konflik yang kemudian membuat emas melambung tinggi.

 

Tinggalkan sebuah Komentar