Sanksi untuk Rusia, Eropa Beli Batubara dari Afrika Selatan

Sejumlah negara Uni Eropa beli batubara bahkan berebut untuk mencari sumber energi alternatif dari Afrika Selatan. Hal ini mereka lakukan setelah memutuskan untuk menghentikan impor batu bara dari Rusia mulai bulan Agustus mendatang.

Eropa Beli Batubara

Selama lima bulan terakhir ini, terhitung sejak bulan Januari hingga Mei, Uni Eropa sudah mengimpor batubara dari Afrika Selatan sebanyak 40 persen. Yang mana persentase ini terbilang cukup tinggi dibandingkan impor sepanjang tahun 2021 lalu.

Baca juga : Harga minyak dunia turun hingga 6 persen

Sehingga memberikan Afrika Selatan pemasukan dari kegiatan ekspor batubara yang cenderung mengalami peningkatan signifikan.

Eropa Beli Batubara 22 Juta Ton selama 5 Bulan

Reuters melaporkan, salah satu terminal ekspor batubara terbesar yang ada di Afrika Selatan, Richards Bay Coal Terminal atau RBCT sudah mengirim 3.240.752 ton negara – negara Eropa membeli batubara pada akhir bulan Mei 2022.

Angka tersebut setara dengan 15 persen dari total keseluruhan ekspor RBCT atau mengalami kenaikan pada tahun sebelumnya. Secara total, RBCT pun sudah mengekspor sebanyak 22.057.587 ton batubara dalam kurun waktu lima bulan pertama pada tahun 2022.

Beberapa negara Eropa beli batubara seperti halnya Prancis, Ukraina, Spanyol, Belanda, Jerman, Polandia, Denmark, dan Italia telah menerima batubara dari RBCT sejak tahun 2022. Beberapa dari negara tersebut baru akan mulai mengimpor dari RBCT setelah Rusia melakukan invasi Ukraina pada 24 Februari 2022 lalu.

Berdasarkan catatan, Eropa membeli batubara seperti halnya Belanda sebanyak 1,27 juta ton sejak bulan Maret, April dan juga Mei lalu, dengan volume yang terus meningkat tiap bulannya. Permintaan ini pun tercatat menjadi permintaan terbesar nomor empat yang sudah diterima oleh RCBT dan menyumbangkan 5,76 persen dari keseluruhan volume ekspor.

Negara Asia Timur yang mana sudah mengatakan akan melarang kegiatan impor batubara Rusia ini sudah menerima sebanyak 388.249 ton batubara dari RBCT sejak bulan Januari, hampir dua kali lipat lebih tinggi dari tonase yang dibeli pada tahun sebelumnya. Jadi selain Uni Eropa beli batubara, Jepang juga sudah mengimpor batubara dari Afrika Selatan.

 

 

Tinggalkan sebuah Komentar