EUR/USD Melemah Kembali Setelah Sempat Naik Cukup Tinggi Keatas

EUR/USD melemah kembali sesuai dengan perkiraan banyak pakar, tepatnya hal ini terjadi setelah perdagangan pada hari Natal atau di tanggal 25 Desember 2023. Turunnya nilai dari perdagangan forex ini berdampak pada hari perdagangan berikutnya yaitu tanggal 26 hingga 27 Desember 2023.

EUR/USD Melemah Kembali Setelah Sempat Naik Cukup Tinggi Keatas

Terlebih ditambahnya adanya hari libur natal menyebabkan mata uang tersebut cukup sepi dalam dunia perdagangan melalui broker forex. Pasalnya mata uang ini sempat mengalami kenaikan sebelumnya, bahkan kenaikannya cukup tinggi karena mencapai diatas poin 1040.

Salah satu penyebab tingginya kenaikan nilai mata uang tersebut disebabkan adanya rilis data inflasi terbaru dari PCE Amerika Serikat. PCE sendiri merupakan singkatan dari Personal Consumption Expenditures, merupakan sebuah laporan yang diterbitkan oleh biro analisa departemen perdagangan amerika serikat.

EUR/USD Melemah Kembali Walau Sempat Bullish

Pada hari perdagangan sebelumnya EUR/USD kembali mengalami koreksi hingga mencapai poin sebesar 1.1023. Hal ini membuat banyak trader maupun investor mengeluh karena sebelumnya mata uang tersebut sempat mengalami bullish sehingga memiliki nilai dalam poin 1.040.

Adanya tekanan bearish tersebut menyebabkan turunnya nilai mata uang tersebut dalam perdagangan foreign exchange. Salah satu penyebab mengapa EUR/USD melemah kembali karena rilisnya data inflasi terbaru yang diterbitkan oleh PCE Amerika Serikat, sehingga nilainya mengalami penurunan.

Akibat rilisnya data inflasi tersebut menyebabkan dollar Amerika Serikat mengalami kesulitan terhadap peminatan dari banyak trader maupun investor seluruh dunia. Karena banyak trader berpikir ulang untuk melakukan transaksinya pada mata uang yang mengalami bearish itu.

Adanya Penurunan Core PCE Price

Penyebab lain mengapa EUR/USD melemah kembali pasca rilisnya data inflasi dari PCE Amerika Serikat tersebut terletak pada penurunan Core PCE price terbarunya. terlebih indeks tahunan ini mencatatkan bahwa terjadi penurunan inflasi sebesar 3,2% dan lebih rendah dari perkiraan sebelumnya.

Perkiraan sebelumnya hanya mengira bahwa tahun ini indeks inflasi dari PCE hanya akan mengalami penurunan sebesar 3,3% bahkan memiliki nilai rendah dari perkiraan bulan Oktober yaitu 3,5% saja. secara basis menyebabkan dollar amerika serikat mengalami tekanan.

Terlebih badan Bureau of Economic Analysis atau BEA Amerika Serikat melaporkan bahwa perkiraan terakhir menyebabkan pertumbuhan negara tersebut hanya tumbuh sedikit. Yaitu hanya 4,9% lebih kecil dari perkiraan sebelumnya yaitu 5,2%.

Laporan dari BEA menunjukkan yield obligasi Amerika Serikat mengalami penurunan cukup tajam bersamaan dengan perdagangan forex minggu ini. Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa EUR/USD melemah kembali pada bulan ini.

 

Tinggalkan sebuah Komentar