Euro vs Dolar Masih Belum Berakhir, Apa yang terjadi

Euro vs Dolar masih belum berakhir. Sumber ternama seputarforex terdapat berita mengejutkan yang saat ini sedang menjadi pembahasan hangat. Pasalnya Euro tengah mengupayakan untuk mencetak candle bullish di sepenjang paruh pertama minggu ini. Namun momen tersebut malah mulai mengendur.

Kejadian ini membuat EUR/USD cenderung di nilai defensive yakni pada kisaran nilai 1.1865. usaha dari reli EUR/GBP juga mendapatkan penolakan oleh peringkat level resistance di kisaran angka 0.8650. Bahkan hal ini juga diungkapkan oleh sejumlah analis.

Prediksi : Single Currency Akan Memulih Menjelang Akhir Tahun

Menurutnya pelemahan Euro vs Dolar masih belum berakhir dan memungkinkan Single Currency akan memulih menjelang akhir tahun. Meskipun demikian perekonomian Amerika Serikat telah memperlihatkan pemulihan kinerja yang impresif pada akhir-akhir ini.

Baca juga disini : Dollar AS Mengalami Penurunan Namun Notulen FOMC Masih Datar

Akan tetapi tidak hanya itu saja yang mendukung apresiasi USD. Disamping itu program dari pemerintah akan kesenjangan dalam program vaksinisasi antar daerah menjadi penyebab dalam kerugian yang dialami oleh EUR. Hal ini dikarenakan Uni Eropa terus bergumul terhadap keraguan realibilitas vaksin AstraZaneca.

Sejauh ini tak hanya alasan itu saja melainkan juga keberadaaan rumor pemblokiran ekspor vaksin juga menjadi penyebabnya. Terlebih di gelombang ketiga ini infeksi Covid-19 sangat memberikan dampak yang signifikan terhadap Uni Eropa, bahkan terkesan memukul.

Prancis, Jerman dan Italia Masih Berlakukan Lockdown Nasional

Sementara untuk Prancis sendiri juga ikut memberlakukan lockdown nasional yang dimulai pada minggu lalu. Sedangkan bagi Jerman dan Italia juga memperpanjang lockdown yang memang sudah lebih dulu dilakukan daripada Prancis. Roberto Mialich selaku pakar dari strategi forex pun ikut mengemukakan pendapatnya.

Keunggulan dari dolar Amerika Serikat pada kuartal pertama di tahun 2021 juga mengharuskan mereka untuk melakukan revisi terhadap perkiraan EUR/USD di kedepannya. Di saat yang sama UniCredit sangat kokoh dalam mempertahankan pendapatnya.

Bahwa EUR/USD pasti akan naik lagi seriring dengan berjalannya waktu terutama di penyempitan selisih yield dan Ekonomi Zona Euro. Kemungkinannya vaksinasi ini akan menunjukkan progress yang nyara dalam beberapa minggu ataupun di bulan yang akan mendatang.

Oleh karenanya meskipun Euro vs Dolar masih belum berakhir namun tetap saja perkiraan demi perkiraan bahwa mata uang ini akan kembali ke angka 1.18 pada kuartal ketiga dan stabilisasi akan terjadi pada kuartal keempat.

Tinggalkan sebuah Komentar