Fokus Berita Ekonomi Forex Hari Ini Rabu 14 Oktober 2020

Selama beberapa waktu terakhir di sesi Eropa hari Rabu (14/10) pasangan USDJPY mampu mencatatkan kenaikan sekitar 20 pips. Dengan kenaikan mata uang Dolar AS ini maka pasangan berhasil bangkit dari titik paling rendah dalam pergerakan sesi. Untuk saat ini pasangan berusaha menuju ketahanan utama yang berada di sekitar 105,500.

USDJPY Naik Mengambil Nada Positif Pasar Ekuitas

Yen Japan
Yen Japan

baca juga disini : Berapa Modal Awal Yang Ideal Untuk Trading Forex?

Salah satu katalis yang membantu mata uang Dolar AS mendominasi di atas Yen Jepang adalah adanya nada positif pada pasar ekuitas global. Sehingga permintaan aset safe haven Yen Jepang menjadi hancur karena pasar mencari pengembalian yang lebih tinggi. Walaupun beberapa waktu terakhir aksi pembelian Dolar AS tampak kurang mendapatkan traksi lebih lanjut dan membatasi bullish.

Sepertinya para pelaku pasar dan investor global tetap dalam mode hari-hati ketika ada berita penghentian uji klinis pada kandidat vaksin virus Corona. Setelah penghentian sementara oleh Johnson and Johnson kemarin, arah risiko pasar sangat menuju ke aset safe haven. Karena banyak yang khawatir pemulihan kondisi global akibat pandemi akan lebih lama lagi.

Kemudian penahan USDJPY yang membuat kesulitan naik lebih tinggi adalah masalah stimulus ekonomi AS. Republik mengajukan dana stimulus yang untuk kesekian kalinya ditolak lagi oleh Demokrat karena dinilai terlalu besar. Hal ini menahan Dolar AS untuk mencetak kenaikan lagi. Dinamika pembicaraan ini juga akan terus menjadi katalis bagi Dolar AS beberapa waktu kedepan.

Para pelaku pasar dan investor mungkin akan mulai terus fokus pada pergerakan USDJPY selanjutnya. Mereka akan sangat memperhatikan apakah akan ada kenaikan yang lebih kuat atau justru risk off kembali mendominasi. Rilis data ekonomi AS nanti malam mengenai indeks harga produsen akan menjadi perhatian saat sesi Amerika Utara. Kemudian pidato dari anggota FOMC juga akan menggerakkan mata uang Dolar AS.

Fundamental Eropa Suram Menyeret Euro Lebih Dalam

baca juga disini ; Perbedaan Broker Forex Syariah dan Konvensional

Saat sesi Asia tadi pagi pasangan mata uang EURUSD mencatatkan penurunan yang cukup dalam. Euro melemah menuju ke 1,1743 terhadap Dolar AS atau mewakili penurunan 0,57%. Sementara itu hari Selasa kemarin mata uang Euro mengalami pelemahan yang sangat ekstrim dan mengecewakan. Pelemahan kemarin menjadi catatan yang paling suram bagi Euro sejak terakhir kalinya di 19 Agustus kemarin.

Salah satu penyebab Euro ditinggalkan para pelaku pasar dan investor adalah kondisi fundamental yang cukup menyedihkan. Pasalnya data mengenai tingkat biaya hidup kawasan Eropa yang digambarkan pada indeks harga konsumen, jatuh menuju ke zona negatif untuk laporan bulan September 2020 ini.

Kondisi kawasan itu semakin buruk ketika laporan penambahan kasus virus Corona berkembang sangat tinggi. Melihat semua masalah ini, para pelaku pasar dan investor langsung berspekulasi bahwa ECB akan mengambil langkah kebijakan untuk mendukung pemulihan ekonomi.

Kemudian dari sisi global, adanya penundaan terhadap kandidat vaksin dari J&J akibat efek negatif yang diterima relawan menyebabkan risk off yang merugikan mata uang Euro. Untuk beberapa waktu selanjutnya mungkin para pelaku pasar dan investor akan mulai fokus ke beberapa data ekonomi kawasan Eropa.

Salah satu data yang terdekat adalah mengenai produksi sektor industri yang dirilis pertengahan sesi Eropa. Data ini akan memberikan penggambaran bagaimana aktivitas industri kawasan Eropa. Jika mengalami kenaikan maka bisa dikatakan aktivitas produksi industri pulih dan meningkatkan harapan pemulihan ekonomi. Tapi jika suram, maka akan meningkatkan spekulasi langkah pelonggaran moneter lebih ekstrim dari ECB.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar