Fokus Berita Ekonomi Forex Hari Ini Selasa 20 Oktober 2020

Mata uang Dolar Australia mencatatkan pelemahan ketika berhadapan dengan Dolar AS saat sesi Asia berlangsung hari Selasa (20/10). Penyebab utama pelemahan mata uang Dolar Australia adalah laporan risalah pertemuan kebijakan moneter RBA beberapa saat yang lalu. Akibat keputusan terbaru itu, para pelaku pasar dan investor menaruh prediksi kuat akan ada pemangkasan suku bunga di bulan November oleh RBA.

AUDUSD Terjun Pasca Kebijakan RBA yang Membuka Peluang Pemangkasan Suku Bunga

lihat juga disini : Broker Forex Penyedian Layanan COPY TRADING

Lebih rinci lagi, dewan juga mengungkapkan adanya risiko pada perekonomian Australia di tengah pandemi virus Corona ini. Selain itu jika angka pengangguran terus berada pada titik yang tinggi maka pelonggaran kebijakan yang lebih lanjut akan diberlakukan. Walaupun mungkin yang terjadi saat ini masih lebih baik dari yang diprediksi dewan sebelumnya.

Ada banyak analis yang langsung menyampaikan prediksinya pasca kebijakan moneter RBA baru-baru ini. Sebagian besar menyampaikan kemungkinan akan ada stimulus yang lebih besar dari RBA pada pertemuan awal bulan November mendatang. Selain itu RBA diprediksi juga akan melakukan pemangkasan suku bunga menuju ke terendah baru di 0,10% dari saat ii yang berada di 0,25%.

Asisten Gubernur RBA Kent juga turut menyampaikan komentar dengan nada yang dovish. Dia mengatakan bahwa jika memang RBA memberlakukan kebijakan moneter yang lebih longgar lagi, maka bisa saja akan mengirim tingkat suku bunga pinjaman menuju ke level negatif. Ini tentunya akan sangat diantisipasi oleh pasar sehingga menyebabkan Dolar Australia mencatatkan pelemahan.

Dari pernyataan itulah banyak yang cenderung bearish terhadap Dolar Australia untuk beberapa waktu selanjutnya. Saat ini pasangan AUDUSD berada di sekitar nilai tukar 0,7056 pasca kebijakan terbaru RBA tersebut. Nada pelemahan mata uang Dolar Australia bahkan juga berhasil mengabaikan risk on yang berlaku di pasar global. Karena saat ini kontrak berjangka S&P 500 mampu bergerak mengesankan naik sekitar 0,50%.

Kebijakan PBoC Sesuai Prediksi, USDCNH Tidak Bergerak

Saat sesi Asia hari ini pasangan USDCNH tidak memberikan arah pergerakna yang begitu jelas. Padahal sebelumnya telah ada katalis utama yang seharusnya bisa menggerakkan Yuan China. Katalis itu adalah keputusan kebijakan moneter terbaru dari bank sentral China. Pada keputusan itu PBoC tidak melakukan perubahan kebijakan pada biaya pinjaman.

lihat juga disini : Menjadikan Trading Forex Sebagai Bisnis Utama

Tingkat suku bunga tidak berubah tetap di sekitar 3,85% sesuai dengan apa yang diantisipasi oleh para pelaku pasar dan investor sebelumnya. Salah satu alasan utama PBoC tidak menurunkan suku bunga adalah karena tidak ada penyebab yang mendasarinya.

Karena saat ini momentum pemulihan ekonomi China terjadi cukup baik dimana tingkat ekspor mampu naik cukup tinggi. Kemudian pemerintah daerah di China juga turut ikut mengambil dana utang proyek konstruksi untuk bisa membantu pemulihan perekonomian. Dengan semua upaya yang diberlakukan oleh PBoC dan pemerintah China, angka belanja konsumen mampu bangkit signifikan.

Ekonomi China tampaknya juga terlihat lebih tangguh jika dibandingkan dengan ekonomi kawasan Eropa. Karena blok itu terus menerima tekanan-tekanan tambahan yang membuat ekonomi semakin hancur. Di tengah angka inflasi zona Euro yang berada di zona negatif, saat ini kawasan itu ditekan lagi oleh kasus pandemi gelombang kedua.

Bahkan gelombang kedua itu diklaim lebih buruk dibandingkan gelombang pertama. Sehingga menyebabkan ekonomi Eropa bisa terjun lebih dalam lagi. Memberikan konfirmasi prediksi alangkah pelonggaran lanjutan yang akan diambil oleh bank sentral Eropa.

Kembali ke China, kemungkinan USDCNH hari ini bisa saja mencatatkan penurunan. Mengingat arah risiko terbaru bisa mendukung Yuan China untuk mendominasi pergerakan. Karena berita positif mengenai stimulus AS mendorong kontrak berjangka S&P 500 naik 0,50%.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar