Fokus Berita Ekonomi Forex Hari Ini Senin 19 Oktober 2020

Saat menjelang pembukaan pasar Eropa di awal pekan perdagangan hari Senin (19/10), Dolar Kanada sepertinya gagal memanfaatkan gelombang risk on. Padahal sebagian besar aset-aset berisiko global mampu mencatatkan kenaikan karena risk on yang berlaku. Dengan kegagalan ini maka telah membuat pasangan USDCAD hanya bergerak di sekitar nilai tukar 1,3190.

Dolar Kanada Gagal Mengambil Nada Risk On Karena Minyak Mentah WTI Turun

baca juga disini : Cara Memilih Broker Forex Terbaik dan Terpercaya Untuk Trader Indonesia

Salah satu penyebab gagalnya dominasi Dolar Kanada di tengah risk on adalah adanya penurunan pada minyak mentah berjangka WTI. Kemudian untuk penyebab nada risk on yang berlaku adalah komentar terbaru yang disampaikan Presiden Trump beberapa waktu terakhir. Setelah peluang kemenangannya dalam pemilihan Presiden AS melawan Joe Biden, Trump memberikan pernyataan yang menghidupkan selera risiko.

Dia mengatakan bahwa ingin proposal dana stimulus ekonomi paling besar yang diajukan oleh Ketua DPR Nancy Pelosi. Sebelumnya Trump dituduh menjadi penyebab kesepakatan stimulus ditunda dan pernyataan ini adalah bentuk dari pembayaran kesalahan tersebut. Selain itu Trump juga memberikan beberapa komentar positif mengenai vaksin virus Corona.

Bersama dengan risk on di pasar global ini, beberapa aset mencatatkan kenaikan yang sangat baik. Saham berjangka AS dan Asia mampu mencatatkan kinerja mengesankan dengan baik sangat besar. Kontrak berjangka S&P 500 naik sekitar 0,50% dan kemudian Nikkei 225 Jepang mengalami kenaikan mencapai 1,0% sejak sesi Asia tadi pagi.

Sayangnya semua ini gagal dimanfaatkan oleh Dolar Kanada untuk bisa mendominasi pergerakan. Dolar Kanada mungkin terbebani penurunan yang terjadi pada harga minyak mentah global di berjangka WTI. Mengingat minyak mentah adalah komoditas ekspor utama Kanada. Penurunan harga minyak juga mengabaikan data China, konsumen minyak mentah terbesar yang mengesankan.

Data penjualan eceran China dan produksi industri mampu memulihkan diri dari penurunan. Meskipun data PDB China masih lebih rendah dari apa yang diprediksi sebelumnya. Angka PDB ini mungkin membebani permintaan energi. Faktor utama penurunan adalah penilaian tingkat kepatuhan negara anggota OPEC dan sekutu pada pemangkasan produksi.

Nasib Dolar Kanda selanjutnya mungkin akan tergantung pada data survei prospek bisnis BoC dalam kuartal. Kemudian arah terbaru sentimen risiko dan beberapa rilis data ekonomi AS nanti malam juga menjadi perhatian.

Meski Sudah Melewati 15 Oktober, Poundsterling Masih Bergantung Pada Brexit

baca juga disini : Cara Memilih Broker Forex Dengan Regulasi Nasional dan Internasional

Pada pergerakan tadi pagi, mata uang Poundsterling Inggris mengalami kenaikan melawan Dolar AS dan beberapa mata uang utama global lainnya. Poundsterling bullish setelah ada komentar yang disampaikan oleh Menteri Kabinet Inggris yaitu Michael Gove mengenai Brexit. Dia mengatakan masih membuka peluang kesepakatan Brexit.

Tapi dia masih memberlakukan syarat untuk adanya kesepakatan tersebut. Gove mau membuka pembicaraan jika Uni Eropa mau melunak pada beberapa bidang pembicaraan yang sempat membuat keduanya berselisih tidak ada kesepakatan. Sementara itu pada pekan lalu, PM Boris Johnson mengatakan akan melakukan hubungan seperti Australia.

Perancis sendiri mengatakan Uni Eropa akan rugi jika mengesampingkan masalah perikanan dan ikut dengan permintaan Inggris. Komentar ini menyebabkan mereka dalam keragu-raguan untuk kembali menjalin pembicaraan. Apalagi sebenarnya perikanan bukan merupakan masalah satu-satunya karena ada banyak masalah lain yang tidak bisa mencapai kesepakatan.

Pelemahan Poundsterling Inggris ini juga disebabkan komentar terbaru yang disampaikan oleh Gubernur BoE yaitu Bailey. Dia mengatakan ada risiko bahwa ekonomi Inggris akan jatuh untuk beberapa waktu kedepan. Apalagi Inggris juga mencatatkan penambahan kasus virus Corona yang cukup besar. Sehingga akan mempengaruhi pemulihan ekonomi Inggris.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar