FOMC Bertahan, Powell Sorot Ketidakpastian Outlook

Para pejabat Federal Reserve tak mengubah level suku bunga Amerika Serikat. Mereka menilai bahwa pemulihan ekonomi AS berjalan dalam laju yang moderat dan menegaskan komitmen untuk menggunakan seluruh perangkat yang tersedia untuk mendukung ekonomi AS selama masa pandemi virus Corona.

Dalam statement kebijakan bank sentral AS tersebut, diulang pula bahwa program pembelian obligasi akan dilanjutkan dalam laju $120 miliar per bulan, hingga ada kemajuan besar yang tercipta dalam bidang ketenagakerjaan dan pencapaian target inflasi. Komposisi pembelian pun tidak diubah.

“Laju pemulihan aktivitas ekonomi dan ketenagakerjaan melaju moderat dalam beberapa bulan terakhir. Pelemahan yang terkonsentrasi dalam sektor-sektor tersebut banyak disebabkan oleh pengaruh pandemi,” demikian bunyi pernyataan kebijakan The Fed.

Revisi bahasa tersebut menyusul laporan yang menunjukkan bahwa ketenagakerjaan AS jatuh di bulan Desember untuk pertama kalinya sejak April. Penjualan Ritel AS juga tumbang selama tiga bulan berturut-turut, di tengah lonjakan kasus virus Corona di seluruh negara bagian.

The Fed juga menyinggung soal vaksinasi dalam pernyataan kebijakannya. Mereka mengatakan, laju perekonomian akan sangat bergantung tak hanya pada virus Corona saja, tetapi juga pada inokulasi. Rollout vaksin saat ini mulai menemui jalan yang terjal.

Powell Khawatirkan Outlook Ekonomi Ke Depan

Dalam konferensi pasca pengumuman kebijakan moneter, Ketua The Fed Jerome Powell mengungkapkan Outlook ekonomi AS yang dinilainya sangat tak pasti. Nasib ekonomi AS sangat ditentukan oleh masalah pandemi dan Rollout vaksin.

Jerome Powell, Ketua The Fed

“Kenaikan kasus COVID-19 dalam beberapa bulan terakhir, masalah rumah sakit, dan kematian, telah menyebabkan kesusahan besar bagi jutaan warga Amerika dan membebani aktivitas ekonomi dan penciptaan lapangan kerja,” tutur Powell.

Powell mengatakan bahwa program anggaran pemerintah sudah membantu mendukung ekonomi, tetapi AS masih harus memulihkan setidaknya sembilan juta lapangan kerja untuk mencapai tujuan full employment. “Secara umum aktivitas ekonomi masi di bawah level sebelum pandemu dan jalan ke depan masih sangat tak pasti.” ungkap Powell kepada para awak media.

Tinggalkan sebuah Komentar