FOMC: The Fed Tetap Beli Obligasi Sampai Pemulihan Sempurna

Federal Reserve AS berjanji untuk tetap menggelontorkan lebih banyak uang ke pasar finansial guna menanggulangi resesi. Kebijakan tersebut tetap mereka ambil meskipun Outlook ekonomi tahun depan membaik, menyusul implementasi vaksin virus Corona.

Sembari mengulang pernyataan untuk mempertahankan suku bunga di level nol sampai pemulihan ekonomi sempurna, bank sentral Amerika Serikat ini juga mengatakan bahwa mereka kini akan mengikat program pembelian obligasi pemerintah bulanan untuk tujuan yang sama.

Pembelian akan terus dilakukan “sampai ada kemajuan yang lebih substansial tercipta dalam ketenagakerjaan maksimal yang ditargetkan Komite (FOMC) dan target stabilitas inflasi,” demikian tertulis dalam kebijakan The Fed uang diumumkan pada hari Kamis dini hari.

Ini merupakan langkah bertahap dari opsi-opsi yang dipertimbangkan oleh The Fed, yang diambil seiring dengan peningkatan Outlook pertumbuhan ekonomi tahun depan dari 4% menjad 4.2%. Tingkat Pengangguran pun diekspektasikan turun dari 5.5% menjadi 5%.

Walaupun lanskap ekonomi AS cerah, The Fed tidak mengubah jenis maupun laju aset yang mereka beli. Sebagian analis sebetulnya telah memperkirakan langkah The Fed tersebut karena lebih dapat menyediakan bantuan bagi ekonomi selama beberapa bulan, sampai dampai vaksin bisa dirasakan.

Swap Line Dolar AS Tetap Dibuka

Federal Reserve AS juga membuat kebijakan untuk swap line Dolar AS, yang mana jalurnya tetap akan dibuka untuk sembilan bank sentral asing berukuran sedang, sampai tanggal 30 September 2021. Swap Line merupakan salah satu perangkat yang paling awal dikerahkan The Fed saat pandemi virus Corona melanda sejak Maret lalu.

Tidak seperti beberapa program pinjaman perusahaan, yang membutuhkan persetujuan dan pembiayaan dari Departemen Keuangan AS, Swap Line berada langsung di bawah kekuatan inti Fed untuk menjaga pasar keuangan tetap stabil.

Pernyataan kebijakan The Fed kali ini sempat direspon positif oleh Dolar AS yang melemah pasca rilis data Penjualan Ritel AS. Sembari menunggu pidato Ketua The Fed Jerome Powell, Indeks Dolar AS dalam time frame 1 jam sempat melonjak menembus level tinggi 90.74 beberapa saat pasca pengumuman. Namun, turun kembali ke 90.41 saat berita ini ditulis.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar