Forex Dolar AS Tengah Menguat di Tengah Kecemasan Covid-19

dollar masih menguatSaat ini dunia tengah dilanda pandemi virus Covid-19 yang sangat mencemaskan. Tetapi, datang berita gembira bagi Amerika Serikat atau negara yang dikenal dengan sebutan AS tersebut. Mengapa demikian? Karena forex dolar AS tengah mengalami kenaikan di tengah pandemi ini.

Pada pasar perdagangan dunia, nilai dolar AS tengah menguat dibandingkan mata uang utama lainnya pada awal pekan ini, tepatnya pada Selasa, 13 Juli 2021 pagi. Kecemasan akan pandemi Covid-19 mendorong para investor untuk mencari tempat yang aman. Disambi menunggu petunjuk lanjutan akan pemulihan ekonomi global.

Dari pengukuran greenback, indeks forex dolar AS naik daripada saingan – saingannya. Yaitu berada di angka 0,1 atau setara dengan 92,264. Yang mana mendekati level tertinggi pada jangka tiga bulan ini. Sungguh kabar yang sangat membahagiakan bagi Amerika Serikat.

Kondisi Pasar Akan Indeks Dolar AS

Pengawasan pasar tengah dilakukan dengan ketat menjelang dilakukannya kesaksian dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell Rabu dan Kamis depan. Yang mana fokus pengawasan berada pada perbincangan sensitif tentang tapering atau pengurangan pembelian obligasi. Lalu pada data inflasi Amerika Serikat pula.

Yang membuat seorang analisis pasar senior di Western Union Business Solutions di Washington, bernama Joe Manimbo berkata bahwa, sikap hati – hati pada pasar harus dilakukan. Karena bisa saja pasar akan dikuasai pada pekan ini oleh beban sentimen dari risiko yang akan mendorong kenaikan forex dolar AS.

Laporan Dunia Akan Covid-19 Varian Delta

Berdasarkan laporan dunia akan adanya persebaran Covid-19 varian Delta dapat mendatangkan kerugian besar bagi selera investor terhadap aset – aset yang berisiko. Apalagi kalau angka lonjakannya cukup tinggi. Saat ini, para investor tengah menunggu kesaksian dari ketua Federal Reserve untuk kembali manaksirkan ekspektasi The Red.

Baca Juga Disini : Rupiah Menguat di Tengah Tertutupnya Pintu Negara Negara

Yang akan digunakan kembali untuk memutar stimulus secepat mungkin setelah tahun ini. Sementara itu yang terjadi di bank sentral China ialah tengah sibuk memangkas jumlah uang tunai yang harus dipertahankan. Sebagai bentuk cadangan uang yang ada di setiap bank.

Begitu pula yang terjadi di bank sentral Kanada atau Bank of Kanada. Yang sedang menantikan pengumuman akan suku bunga dan melihat kondisi apakah bank sentral akan mengumumkan perlambatan pembelian asetnya atau tidak.

Tinggalkan sebuah Komentar