GBP/USD Kembali Naik Akibat Melemahnya USD di Akhir Tahun

GBP/USD kembali naik di penghujung tahun 2023 hal ini tentu saja membuat para investor serta trader merasa bahagia. Karena bagi Anda yang bertransaksi serta memiliki mata uang ini bisa meraup keuntungan cukup tinggi karena kembali naik pada penghujung akhir tahun 2023.

GBP/USD Kembali Naik Akibat Melemahnya USD di Akhir Tahun

Hal tersebut tentu membuat para investor serta trader yang bertransaksi pada broker forex merasa bahagia karena kenaikannya cukup tinggi. Bahkan poundsterling kembali memiliki momentum bullish miliknya, sehingga naik dengan poin cukup tinggi diatas 1.2750 atau sebesar 1.2793.

Hal ini bisa Anda lihat pada jam perdagangan yang berlaku pada hari Rabu karena sebelumnya mata uang ini sempat bersaing dengan ketat. Pasalnya poundsterling hanya ditransaksikan secara sempit atau sekitar kisaran 1.2700 poin saja dalam waktu cukup lama.

GBP/USD Kembali Naik Akibat Melemahnya USD

Salah satu penyebab mengapa dollar saat ini sedang mengalami penurunan karena sedang berjuang untuk mendapatkan peminatnya kembali. Hal ini disebabkan karena melemahnya dollar Amerika Serikat pada perdagangan mata uang asing atau foreign exchange beberapa bulan belakangan.

Adanya perlemahan tersebut membuat GBP/USD kembali naik dan diuntungkan karena adanya dukungan kenaikan, salah satunya didukung oleh investor dari Bank of England. Terlebih dengan banyaknya liburan pasca akan datangnya tahun baru kembali membuat dollar mengalami perlemahan.

Bank of England sendiri merespon adanya hal tersebut dengan akan memberikan kebijakan terkait penurunan bung ajika federal reverse juga menurunkan suku bunga miliknya. Karena federal reverse sedang dihadapkan oleh tingginya tekanan inflasi pada negara Amerika Serikat sekarang.

Investor Terus Menambah Likuiditas Poundsterling

Adanya kebijakan terbaru yang membuat GBP/USD kembali naik menyebabkan tingginya permintaan investor maupun trader terhadap mata uang tersebut. hal ini secara tidak langsung juga ikut menambah tingkat likuiditas dari poundsterling jika Anda membandingkan dengan USD.

Selain itu meski terdapat ketakutan akan adanya isu resesi tahun depan tidak membuat investor menyurutkan niatnya dalam menambah tingkat likuiditas poundsterling. Hal tersebut dapat Anda lihat karena titik support terbarunya mendekat menunggu pada poin 1.2750.

Sedangkan untuk resistance terdekatnya masih berada pada poin 1.2800, apabila likuiditas berhasil terjaga dapat menembus 1.2850 hingga 1.2900.

Menurunnya USD belakangan membuat banyak sekali mata uang mengalami perlemahan. Oleh sebab itu banyak investor menyambutnya karena banyak mata uang mengalami kenaikan, salah satunya adalah GBP/USD kembali naik pada minggu ini.

 

Tinggalkan sebuah Komentar