Harga Dolar AS Menguat Tidak Merubah Tapering The Fed

Harga Dolar AS Menguat Tidak Merubah Tapering

Harga dolar AS menguat sedikit pada perdagangan Senin kemarin di pagi harinya. Peningkatan harga dolar AS di awal pekan kemarin mampu membawanya mencapai level tertinggi dua setengah tahun terhadap yen.

Angka dari laporan AS terbaru tidak mampu mempengaruhi ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve AS. Hal ini tidak akan memulai pengurangan aset yang akan dilakukan segera setelah November 2021.

Sementara indeks dolar AS mengalami penipisan 0,08 persen di angka 94,153. Sementara itu, pasangan USD/JPY juga mengalami penguatan ke angka 0,43 persen di angka 112,70.

Pasangan lainnya yaitu AUD/USD naik sebesar 0,16 persen menuju angka 0,7318. Hal ini terjadi setelah Kota Sydney di Australia dibuka kembali usai adanya lockdown lebih dari 100 hari.

Sementara itu, pasangan lainnya yaitu NZD/USD mengalami penurunan sebesar 0,14 persen di angka 0,6928. Sedangkan, mata uang rupiah naik tipis sebesar 0,04 persen di angka 14.215,0 per dolar AS.

Harga Dolar AS Menguat Akhir Ini

Selain beberapa jenis mata uang tersebut, USD/CYN mengalami penurunan tipis sebesar 0,09 persen di angka 6,4376. Sedangkan, pasangan GBP/USD mengalami penguatan sebesar 0,18 persen di 1,3636.

Sementara itu, laporan pekerjaan AS memberikan hasil yang tidak menyenangkan. Hal ini dikarenakan nonfarm payrolls mencatat 194.000 dan tingkat pengangguran sebesar 4,8 persen di bulan September.

Menurut data dari broker forex terpercaya kemungkinan kekurangan ketenagakerjaan dan kekhawatiran akan adanya inflasi masih meningkat. The Fed kemungkinan akan mulai pengurangan aset tahun 2021.

Baca juga : Harga emas melemah, kebijakan the fed menjadi pemicunya

Sementara itu, imbal hasil obligasi AS mengalami peningkatan usai adanya rilis data. Tidak hanya itu, imbal hasil benchmark Treasury 10 tahun juga mencapai titik tertinggi empat bulan di 1,617 persen.

AS juga merilis data lebih lanjut, termasuk juga data indeks harga konsumen pada hari Rabu. Ekspektasi kenaikan suku bunga akan membawa keuntungan jika rilis data lebih tinggi dari yang diharapkan.

Sedangkan, dari Bank of England sudah mengisyaratkan dapat menaikkan suku bunganya. Di sisi lain Pound memperpanjang pemulihan level terendah sehingga bisa berpengaruh pada harga dolar AS menguat.

Tinggalkan sebuah Komentar