Harga Emas Merosot, Dolar AS Terus Menanjak Kalahkah Euro

Setelah sempat naik pada Rabu (2/3/2022), harga emas merosot pada perdagangan Kamis (3/3/2022). Harga reli emas ini terjun bebas saat berada di tengah pemulihan bursa saham. Hal ini terjadi karena para investor yang mengambil keuntungan dari kenaikan sebelumnya.

Harga Emas Merosot

Kenaikan kuat yang terjadi pada beberapa sesi terakhir perdagangan membuat para investor mengambil keuntungan. Logam mulia ini tertekan kenaikan selera risiko dan imbal hasil obligasi pemerintah AS serta ketiga indeks utama Wall Street rebound tajam.

Baca juga : Harga emas anaik atau turun? Imbas konflik Rusia- Ukraina

Selain dari investor, harga emas merosot juga dikarenakan laporan ketenagakerjaan Automated Data Processing Inc. yang menyatakan bahwa sebanyak 475.000 pekerjaan baru tercipta selama Februari.

Selain harga emas yang tiba-tiba terjun bebas, disisi lain nilai Dolar Amerika Serikat terus bergerak naik lebih tinggi di perdagangan Eropa. Hal ini membuat mata uang Euro tertekan dibawah US Dolar.

Pergerakan mata uang ini tidak lain karena konflik antara Ukraina dan Rusia yang mendorong permintaan untuk mata uang cadangan dunia. Mata uang Dolar Amerika Serikat mengukur Greenback terhadap sejumlah mata uang lainnya.

Harga Emas Merosot Ditengah Nilai Dolar AS yang Terus Menanjak

Konflik antara Ukraina dan Rusia yang terjadi membuat harga naik drastis. Namun, sehari setelahnya harga emas merosot tajam.

Kontrak logam mulia paling aktif pada pengirim April di divisi Comex New York Exchange merosot sebesar 21,5 US Dolar atau 1,11% menjadi 1.922,30 Dolar AS/ounce.

Sedangkan emas berjangka masih melonjak sebesar 43,1 US Dolar atau 2,27% menjadi 1.943,80 USD/ounce. Pergerakan juga terjadi pada logam mulai lainnya, perak turun sebesar 35,1 sen atau sebesar 1,37% menjadi 25,19 USD/ounce.

Platinum naik sebesar 16,1 USD atau 1,53% menjadi 1.068 USD/ounce. Harga emas merosot ini berbanding terbalik dengan nilai mata uang US Dolar yang terus menanjak. USD bergerak naik lebih tinggi di perdagangan Eropa, sedangkan Euro berada dibawah tekanan.

Indeks Dolar AS mengukur Greenback pada sejumlah mata uang lainnya, diperdagangan menguat 0,42% menjadi 97,815 USD. Pasangan USD/RUB melonjak sebesar 7% menjadi 108,6011. Sedangkan EUR/USD melemah 0,58% di 1,1062.

GBP/USD turun sebesar 0,15% menjadi 1,3300, sedangkan USD/JPY naik 0,26% menjadi 115,18. Pasangan AUD/USD naik sebesar 0,12% menjadi 0,7258.

Pergerakan emas dan mata uang dunia ini tidak lepas dari konflik dua negara yang memiliki pengaruh besar pada kestabilan ekonomi dunia. Selain itu akibat sentiment investor membuat harga emas merosot.

Tinggalkan sebuah Komentar