Harga Emas Turun 1%, Sambangi Low Dua Pekan

Harga emas kembali turun ke level rendah dua pekan di sesi perdagangan Rabu malam ini. Peningkatan optimisme perkembangan vaksin COVID-19 membangkitkan harapan akan percepatan pemulihan ekonomi pasca krisis pandemi. Hal ini membuat para investor lebih memilih berinvestasi ke aset risiko tinggi seperti ekuitas dan menjual emas mereka.

Implementasi vaksin semakin dekat di tengah lonjakan infeksi virus Corona di sejumlah wilayah di dunia. Regulator AS mengindikasikan bahwa mereka mungkin akan memberikan izin penggunaan vaksin darurat kepada Pfizer Inc. Pertimbangannya masih lebih kepada tingginya efektivitas vaksin, belum menerbitkan legalitas keamanannya. Di sisi lain, Inggris kemarin telah menjadi negara Barat pertama yang mulai mengkampanyekan vaksin virus Corona kepada warganya.

Pasar saham merespon kabar tersebut dengan kenaikan. Rekor-rekor tertinggi tertembus hari ini berkat kemajuan vaksin Covid-19. Sebaliknya, emas sebagai aset safe haven, ditinggalkan pembeli untuk sementara waktu.

Harga emas spot turun 0.7 persen ke $1,857.70 per ounce pada pukul 12:16 GMT, setelah sempat menyentuh level rendah $1,851.31. Sedangkan harga emas futures di Comex New York tergelincir 0.8 persen ke $1,859.40. Saat berita ini ditulis, grafik XAU/USD menunjukkan penurunan harga emas 1.34 persen ke $1,844.35.

“Meningginya minat risiko tampaknya akan mengalami kenaikan lagi, bersama dengan kabar tentang vaksin, hal itu tampak membebani harga emas,” kata analis Commerzbank, Daniel Briesmann.

Meskipun perkembangan vaksin menyurutkan pemrintaan terhadap safe haven, emas masih menuju perolehan tahunan tertinggi dalam satu dekade, di tengah upaya pencapaian kesepakatan paket stimulus fiskal pemerintah AS.

Menkeu AS Steven Mnuchin mengatakan bahwa ia telah mengajukan proposal bantuan COVID-19 baru kepada keua House Nnacy Pelosi, sebesar $916 miliar. Sedangkan para anggota parlemen Kongres masih bekerja untuk menyelesaikan perselisihan dalam penyertaan kewajiban perlindungan bisnis dan bantuan pemerintah untuk negara-negara bagian.

baca juga : poundsterling terus tertekan menantikan kesepakat brexit

Selain itu, para investor juga menantikan hasil pertemuan FOMC minggu depan, untuk mendapatkan petunjuk tentang arah kebijakan moneter The Fed. Menurut analisis Jeffrey Halley dari OANDA, FOMC yang dovish, khususnya dalam skenario pandangan mereka terhadap pemotongan suku bunga, berpotensi memicu reli harga emas.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar