Harga Karet Naik Tapi Masyarakat Diharapkan Jangan Senang Dulu

Harga karet naik tapi masyarakat diharapkan jangan senang dulu. Kabar baik bagi petani karet, karena perdagangan hari ini harga karet naik. Sudah tercantum pada chart dan memang berita ini valid. Hal itu terjadi karena para investor yang memborong beli pada saat harganya masih murah.

HARGA KARET NAIK

Tercatat pada hari Selasa, 19 Juli 2022 harga karet yang diperdagangkan di bursa berjangka di Jepang, diberi harga 242,1/kg US dolar, mulai naik sebesar 0,25% dibandingkan dengan harga penutupan kemarin.

Jadi pada dua bulan yang lalu, memang para pelaku pasar membeli karet dunia saat harga sedang sangat rendah. Ketika permintaan kenaikan dikabulkan, sekarang harga karet naik mengikuti pasar.

Meski Harga Karet Naik, Jangan Dulu Bergembira

Adanya berita harga karet telah naik, tentu pihak yang berkaitan dengan pertanian karet merasa sangat senang. Akhirnya mereka memiliki untung dalam usaha menanam pohon karet.

Akan tetapi, kesenangan itu jangan terlalu jauh, karena diramalkan harganya akan terus mengalami beberapa tantangan kedepannya. Hal itu karena pendemi covid yang masih berlangsung hingga sekarang.

Baca juga : Meski dollar as menguat, mata uang Rusia dan Angola tidak menurun

Bahkan di China, berdasarkan informasi dari Komisi Kesehatan yang ada di sana, pada 18 Juli terdapat 776 kasus covid yang terjadi. Di mana ada 237 bergejala sementara sisanya tidak ada gejala yang muncul.

Kasus kenaikan covid tersebut meningkat dari yang kemarin 598. Tidak sampai di situ, Pusat Ekonomi China, Shanghai juga melaporkan empat kasus gejala lokal baru. Itu lebih besar dibandingkan tiga kasus sehari sebelumnya.

Melihat fenomena tersebut, tentu tidak bisa dengan tenang dengan harga karet naik karena China sendiri beberapa distrik melakukan lockdown untuk mencegah covid tersebar lagi.

Bahkan di Shanghai sendiri sudah mewajibkan penduduk yang ada di 9 distrik menjalani tes covid. Hal itu dilakukan agar yang tidak ada gejala bisa langsung terdeteksi dengan baik.

Kenapa membahas kasus covid yang ada di negeri tirai bambu? Karena memang China merupakan negara yang paling besar sebagai konsumen karet.

Jadi, adanya berita kenaikan memang memiliki dua sisi. Bisa saja senang, karena keuntungan ada. Tapi di lain sisi, China sebagai konsumen terbesar sedang lockdown lagi sehingga harga karet naik, masih ada rasa khawartinya.

Tinggalkan sebuah Komentar