Harga Minyak Dunia Terjun, Jadi 110$ Per-Barel Saja

Harga minyak dunia terjun hampir 2 $ per barel pada perdagangan terakhir Kamis. Hal ini sejalan dengan pernyataan ketua Federral reserve (bank dunia) Jerome Powell.

harga minyak dunia turun

Beliau tidak langsung menggoreng isu kekawatirannya terhadap kenaikan suku bunga akan memperlambat pertumbuhan ekonomi global. Ditambah dengan pernyataannya diaman Ia ingin mengendalikan inflasi tanpa syarat.

Baca juga : Pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 4,2 persen

Justru menimbulkan kekawatiran akan kenaikan suku bunga. Hal ini membuat para investor menjual banyak aset yang dimiliki. Dikarenakan upaya dari Powell bisa saja mendorong ekonomi global ke dalam resesi tinggi.

Rincian Penuruan Harga Minyak Dunia

Mengutip dari CNBC, Minggu 26/6/2022 minyak mentah berjangka brent turun sebesar 1,5 persen. Dari awalnya 111,74$ menjadi 110,05 per barelnya. Prosentase penurunan yang dikatakan lumayan.

Sementara itu pada West Texas intermediate menetapkan posisi turun ke 104,27 per barel. Menyusut lebih tinggi dengan prosentase 1,8 persen. Kondisi ini jelas mempengaruhi dunia.

Kondisi ini menandakan bahwa dunia berpeluang untuk alami resesi. Ditegaskan dengan adanya pernyataan dari Powell yang berusaha menaikkan suku bunga untuk atasi inflasi tanpa syarat.

Sesuai dengan keadaan itu, Andrew Lipow selaku konsultan minyak global dari negara bagian Houston. Menyatakan bahwa jika seluruh dunia dan USA mengalami resesi, itu dapat mempengaruhi permintaan secara lebih signifikan.

Senada dengan itu harga bensin eceran yang tinggi dapat membuat permintaan jadi melamban. Kondisi ini masih bisa meningkat karena harga eceran di USA sedang turun sekitar 10 sen dari puncaknya.

Kondisi ini jelas membuat harga minyak dunia kemungkinan akan turun terus menerus. Sebab permintaan padanya akan terus berkurang dengan keadaan yang terjadi sekarang. Tapi sudah ada percobaan penanganan yang dilakukan.

Dimana banyak perusahaan sulingan minyak dengan Menteri energi di AS. Mengelar pertemuan darurat untuk membahas hal tersebut. Meski tanpa solusi konkret diakhir pertemuan tapi kedua belah pihak setuju untuk berkerjasama.

Sementara itu untuk kondisi ketersediaan minyak mentah dan bensin sudah naik minggu lalu, yang juga membebani harga. Untuk estimasi mingguan resmi dijadwalkan pada kamis mendatang. Tetapi ada masalah teknis akan itu.

Sehingga terjadi penundaan perilisan data itu hingga pekan depan. Tapi itu semua masih belum dijelaskan terperinci tepatnya. Untuk usaha internasional mengenai harga minyak dunia masih sama yakni akselerasi peningkatan produksi.

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan sebuah Komentar