Harga Rupiah Anjlok, Pengurangan Stimulus The Fed Pemicunya

Harga Rupiah Anjlok, Pengurangan Stimulus The Fed Pemicunya

Harga rupiah anjlok usai kabar ekspektasi pengurangan stimulus dari The Fed diluncurkan. Nilai tukar atau kurs mengalami pelemahan pada perdagangan sore hari kemarin yang ditransaksikan antar bank.

Kabarnya hal ini terjadi seiring dengan adanya ekspektasi pelaku pasar terkait pengurangan stimulus dari bank sentral Amerika Serikat. Bank sentral Amerika Serikat yang juga dikenal dengan Federal Reserve atau Fed.

Harga mata uang rupiah ditutup pada pelemahan 10 poin atau setara dengan 0,07 persen menuju angka Rp 14.218 per dolar AS. Angka ini menjadi cukup berpengaruh pada perdagangan hari ini.

Tentunya angka ini dibandingkan dari penutupan sebelumnya sebesar Rp 14.208 setiap dolar AS. Penurunannya membuat para investor harus memikirkan perdagangan di hari berikutnya dengan lebih matang.

Tentunya berbagai faktor juga mempengaruhi penurunan harga rupiah ini di dalam perdagangan kemarin. Meskipun demikian, ada banyak yang membuat rupiah masih bisa bangkit di perdagangan berikutnya.

Harga Rupiah Anjlok Belakangan Ini

Menurut Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, adanya pelonjakan harga energi membuat The Fed kemungkinan mengurangi aset. Hal lain yang menyebabkan adalah adanya dampak dari inflasi.

Hal ini akan tetap dilakukan meskipun kabarnya laporan pekerjaan di AS masih mengecewakan. Salah satunya adalah laporan dari Kementerian Tenaga Kerja AS yang melaporkan data penggajian.

Khususnya data penggajian yang nonpertanian atau Non Farm Payrolls (NFP) mengalami peningkatan sebanyak 194.000 pekerjaan. Jumlah ini tentunya jauh di bawah estimasi sebanyak 500.000 pekerjaan.

Informasi dari broker forex terbaik juga menyebutkan bahwa adanya peningkatan kasus Covid-19 menjadi penyebabnya. Faktanya terdapat 620 kasus yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19 pada Senin kemarin.

Baca juga : Harga dollar as menguat tidak mengubah tapering THE FED

Pada perdagangan pagi hari, harga rupiah mengalami peningkatan ke Rp 14.215 per dolar AS. Selama seharian rupiah bergerak diantara Rp 14.208 per dolar AS hingga Rp 14.224 per dolar AS.

Sedangkan, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate Bank Indonesia juga menguat ke posisi Rp 14.210 per dolar AS. Berbagai perubahan angka ini bisa mempengaruhi harga rupiah anjlok pada perdagangan.

 

Tinggalkan sebuah Komentar