IHSG Terlihat Lesu dan Rupiah Anjlok, Beberapa Penyebanya!

Kabar yang cukup kurang sedap bahwa saat ini IHSG terlihat lesu dan Minggu ini juga belum ada titik terang dengan kondisi rupiah. Data ini telah tercatat pada penutupan perdagangan pada hari Rabu, 13 Desember 2023.

IHSG Terlihat Lesu dan Rupiah Anjlok, Berikut Beberapa Penyebanya

Padahal inflasi dari AS kondisinya saat ini sedang melandai, sesuai dengan ekspektasi pasar. Tapi ternyata IHSG sedang tidak baik. Apa penyebabnya sehingga bisa terjadi demikian? Bursa Efek Indonesia telah merangkum semuanya.

Jika Anda hendak melakukan trading ketika kondisi pasar seperti ini, lebih baik konsultasikan pada broker forex terbaik. Jangan sampai isu sosial politik, membuat Anda mengalami kerugian.

Inilah Saham-Saham yang Membuat IHSG Terlihat Lesu

Bursa Efek Indonesia telah mengeluarkan data bahwa IHSG terlihat lesu. Pada perdagangan hari Rabu ini, telah ditutup dengan 0,7% pada posisi7.075,34. Ini termasuk yang lemah hingga keluar dari level psikologis 7.100.

Mungkin Anda bertanya, kenapa bisa mengalami penurunan. Padahal pada hari ini nilai transaksi IHSG cukup tinggi, yaitu sekitar Rp 10 triliun yang melibatkan 21 miliaran saham. Saham miliaran tersebut juga telah berpindah tangan sebanyak 1×2 juta kali.

Jadi apa penyebab krusialnya hingga IHSG terlihat lesu? Jika berdasarkan data yang telah keluar, tercatat bahwa ada 220 saham menguat, ada 346 mengalami pelemahan, dan terdapat 194 yang stagnan.

salah satu yang membuat IHSG menjadi lesu pada hari ini, itu karena beberapa saham. Pertama, ada sektor saham dari teknologi yang mengantongi presentase 2,22%. Ini yang cukup berat.

Selain dari sektor teknologi, juga ada sektor industri yang membuat IHSG menjadi sedikit lebih kesu dengan kenaikan 1,13%.

Jadi dari sektor teknologi ada dari PT GOTO dari Gojek dan Tokopedia yang belum lama ini meluncurkan Tiktokshop lembali. Kini sudah mencapai 10,3 indeks poin. IHSG menjadi lesu karena PT GOTO justru ambles menjadi 5,32% pada posisi Rp89/saham.

Selain dari GOTO juga ada dari Bank Mandiri Tbk. yang sekarang indeks poinnya adalah 6,8%. Ditambah dengan PT Adaro Energy Indonesia yang sekarang mencapai 3,7 indeks poin.

Meski saat ini di Amerika Serikat inflasinya sedang melandai dengan hanya tercatat tumbuh 3,1%, tapi memang IHSG terlihat lesu. Jika ingin trading atau investasi pada broker dalam negeri, pertimbangkan dulu.

 

Tinggalkan sebuah Komentar