Inflasi AS Naik, Harga Minyak Mengalami Kenaikan Signifikan

Harga minyak mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Ini terjadi setelah AS merilis data ekonominya. Pada data ekonomi tersebut terlihat jelas kalau inflasi terjadi pada kebanyakan konsumen minyak. Inflasi itu sendiri memang meningkat.

Inflasi AS Naik, Harga Minyak Mengalami Kenaikan Signifikan

Oleh karena itu, tidak aneh ketika mengetahui kalau harga minyak langsung melonjak secara instan. Minyak mentah brent sendiri langsung mengalami kenaikan sekitar 1,3 persen atau 1,11 dolar. Ini membuat harganya berada di kisaran 86,72 dolar per barel.

Hal tersebut juga serupa pada minyak West Texas Intermediate. Harga minyak tersebut juga mengalami kenaikan sekitar 1,3 persen atau 1,03 dolar. Ini membuat harga minyaknya meningkat ke angka 82,56 dolar per barel.

Jika melihat angka tersebut, terlihat jelas kalau perubahan drastis sedang terjadi. Tidak berlebihan jika menyebut kalau harga emas ini masih akan berubah dan kondisinya sulit untuk diprediksi secara menyeluruh anda bisa panyau di daftar broker forex terpercaya.

Harga Minyak Mengalami Kenaikan Sejak Selasa

Harga minyak mulai naik dengan angka yang cukup signifikan. Dari data yang dirilis, harga tersebut mengalami kenaikan sekitar 2 persen. Kenaikan ini terjadi setelah optimisme pelaku pasar terhadap Federal Reserve AS meningkat.

Banyak orang percaya kalau siklus kenaikan suku bunga yang selama ini dilakukan akan segera selesai. Indeks Harga Konsumen atau CPI dari AS sendiri mengalami kenaikan. Dari data yang dirilis bulan lalu, kenaikannya berada di kisaran 0,1 persen.

Hal serupa sebenarnya terjadi pada bulan Februari. Di bulan tersebut, harga minyak mengalami kenaikan lebih tinggi lagi yaitu sekitar 0,4 persen. Data ini dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja pada hari Rabu lalu.

Jika melihat skala tahunan, CPI sendiri naik 5 persen di bulan lalu. Ini adalah data kenaikan tertinggi sejak Mei 2021. Di bulan Februari sendiri, kenaikan tahunan yang terjadi sedikit lebih tinggi. Data menunjukkan kalau kenaikan tahunannya mencapai 6 persen.

Mata uang AS yang melemah sendiri memengaruhi teknis jual beli. Itu karena, sekarang jual beli minyak banyak dilakukan memakai dolar. Ini dilakukan karena pengguna mata uang lain merasa diuntungkan dengan kondisi ini.

Banyak orang percaya kalau beberapa waktu ke depan harga minyak ini akan kembali normal. Tetapi bagaimanapun, kondisi harga minyak mengalami kenaikan ini adalah sesuatu yang cukup menarik terjadi di broker exness.

 

 

 

Tinggalkan sebuah Komentar