20 Istilah Dalam Trading Forex, Pemula Wajib Tahu!

Istilah Dalam Trading Forex – Trading forex merupakan salah satu bentuk investasi yang populer di dunia keuangan. Untuk menjadi trader yang sukses, pemahaman mendalam tentang istilah-istilah dalam trading forex sangatlah penting. Artikel ini akan memberikan panduan lengkap tentang istilah-istilah utama dalam trading forex yang perlu diketahui oleh setiap trader pemula.

A. 20 Istilah-istilah Dalam Trading Forex, Pemula Wajib Tahu!

istilah dalam trading forex

  1. Forex (Foreign Exchange)

Istilah dalam trading forex pertama ialah foreign exchange alias forexnya itu sendiri, yang mana kata tersebut merupakan pasar global untuk memperdagangkan mata uang. Pasar forex adalah yang terbesar dan paling likuid di dunia, dengan volume perdagangan harian mencapai triliunan dolar. Di pasar ini, mata uang diperdagangkan secara berpasangan, misalnya EUR/USD atau GBP/JPY.

  1. Pasangan Mata Uang (Currency Pair)

Pasangan mata uang merupakan dasar dari perdagangan forex. Setiap pasangan terdiri dari dua mata uang: mata uang dasar (base currency) dan mata uang pembanding (quote currency). Misalnya, dalam pasangan EUR/USD, EUR adalah mata uang dasar dan USD adalah mata uang pembanding. Harga pasangan menunjukkan berapa banyak mata uang pembanding yang diperlukan untuk membeli satu unit mata uang dasar.

  1. Pip (Percentage in Point)

Pip adalah unit ukuran terkecil dalam pergerakan harga mata uang. Sebagian besar pasangan mata uang utama dihitung hingga empat tempat desimal, dan satu pip adalah perubahan di tempat desimal keempat. Misalnya, jika EUR/USD bergerak dari 1.1000 ke 1.1001, itu adalah pergerakan satu pip.

  1. Spread

Selanjutnya ada spread adalah selisih antara harga bid (harga beli) dan harga ask (harga jual) dari pasangan mata uang. Spread merupakan biaya yang dikenakan oleh broker untuk setiap transaksi. Nah, spread yang lebih rendah biasanya lebih menguntungkan bagi trader.

  1. Leverage

Leverage memungkinkan trader untuk mengendalikan posisi yang lebih besar dari jumlah modal yang sebenarnya dimiliki. Misalnya, dengan leverage 1:100, trader dapat mengendalikan posisi senilai $100.000 dengan hanya $1.000. Meskipun leverage dapat meningkatkan potensi keuntungan, risiko kerugian juga meningkat.

Baca juga: Broker ECN – Kelebihan, Pengertian serta Karakteristiknya

  1. Margin

Selanjutnya istilah dalam trading forex lainnya adalah margin yang diartikan sebagai jumlah uang yang perlu disisihkan oleh trader untuk membuka posisi dengan leverage. Ini berfungsi sebagai jaminan terhadap kemungkinan kerugian. Ada dua jenis margin: margin awal (initial margin) dan margin pemeliharaan (maintenance margin). Margin awal adalah deposit minimum yang dibutuhkan untuk membuka posisi, sementara margin pemeliharaan adalah jumlah minimum yang harus dipertahankan untuk menjaga posisi tetap terbuka.

  1. Lot

Tidak ketinggalan ada lot yang merupakan ukuran standar dari suatu transaksi di pasar forex. Ada tiga jenis lot yang umum digunakan:

  • Standard lot:000 unit mata uang dasar.
  • Mini lot:000 unit mata uang dasar.
  • Micro lot:000 unit mata uang dasar.

Pemilihan ukuran lot harus disesuaikan dengan modal dan strategi trading yang digunakan.

  1. Order

Order adalah instruksi yang diberikan oleh trader kepada broker untuk membeli atau menjual pasangan mata uang pada harga tertentu. Ada beberapa jenis order yang umum dalam trading forex:

  • Market order: Instruksi untuk membeli atau menjual pada harga pasar saat ini.
  • Limit order: Instruksi untuk membeli atau menjual pada harga yang lebih baik dari harga pasar saat ini.
  • Stop order: Instruksi untuk membeli atau menjual ketika harga mencapai tingkat tertentu yang lebih buruk dari harga pasar saat ini.
  • Stop-loss order: Instruksi untuk menutup posisi secara otomatis ketika harga bergerak melawan posisi trader hingga tingkat tertentu, guna membatasi kerugian.
  1. Long dan Short

Dalam trading forex, “long” berarti membeli pasangan mata uang dengan harapan harga akan naik, sedangkan “short” berarti menjual pasangan mata uang dengan harapan harga akan turun. Memahami perbedaan ini penting untuk merancang strategi trading yang efektif.

Baca juga: 12 Langkah Mudah Memulai Trading Forex Dari 0

  1. Analisis Teknikal (Technical Analysis)

Kemudian istilah dalam trading forex selanjutnya adalah analisis teknikal yang berarti metode evaluasi pasar yang menggunakan grafik harga dan indikator teknikal untuk memprediksi pergerakan harga di masa depan. Beberapa indikator teknikal yang populer termasuk:

  • Moving Averages: Menghaluskan data harga untuk mengidentifikasi tren.
  • Relative Strength Index (RSI): Mengukur kekuatan dan kelemahan harga berdasarkan pergerakan harga terbaru.
  • Bollinger Bands: Menyediakan batas atas dan bawah berdasarkan volatilitas harga.
  1. Analisis Fundamental (Fundamental Analysis)

Dinomor 11 ada analisis fundamental melibatkan evaluasi faktor ekonomi, keuangan, dan politik yang mempengaruhi nilai mata uang. Faktor-faktor ini termasuk suku bunga, tingkat pengangguran, inflasi, dan kebijakan moneter. Trader yang menggunakan analisis fundamental mencari peristiwa dan data ekonomi yang dapat mempengaruhi pergerakan mata uang.

  1. Volatilitas

Lalu untuk volatilitas sendiri mengacu pada tingkat fluktuasi harga mata uang dalam periode waktu tertentu. Mata uang dengan volatilitas tinggi cenderung mengalami perubahan harga yang lebih besar dan lebih cepat, sementara mata uang dengan volatilitas rendah cenderung bergerak lebih lambat dan stabil. Volatilitas yang tinggi bisa memberikan peluang keuntungan besar, tetapi juga meningkatkan risiko.

  1. Swap

Beda lagi dengan swap yang merupaka biaya atau keuntungan yang diperoleh trader ketika mempertahankan posisi terbuka semalam. Ini terjadi karena perbedaan suku bunga antara dua mata uang dalam pasangan yang diperdagangkan. Swap bisa positif (swap credit) atau negatif (swap debit) tergantung pada arah posisi (long atau short) dan perbedaan suku bunga.

  1. Hedging

Hedging adalah strategi untuk melindungi diri dari risiko pergerakan harga yang merugikan dengan membuka posisi yang berlawanan. Misalnya, jika seorang trader memiliki posisi long pada pasangan mata uang tertentu, mereka bisa membuka posisi short pada pasangan yang sama atau yang berkorelasi untuk mengurangi risiko.

  1. Slippage

Slippage terjadi ketika order dieksekusi pada harga yang berbeda dari harga yang diminta. Ini bisa terjadi karena volatilitas pasar yang tinggi atau likuiditas yang rendah. Slippage dapat menguntungkan atau merugikan trader tergantung pada arah pergerakan harga setelah eksekusi.

  1. Rollover

Rollover adalah proses memperpanjang tanggal penyelesaian posisi terbuka di pasar forex. Biasanya dilakukan setiap akhir hari perdagangan. Rollover melibatkan pembayaran atau penerimaan bunga berdasarkan perbedaan suku bunga antara dua mata uang yang diperdagangkan.

  1. Trading Plan

Trading plan adalah rencana yang mendokumentasikan strategi trading, aturan manajemen risiko, dan tujuan trader. Trading plan yang baik membantu trader tetap disiplin dan menghindari keputusan emosional yang dapat merugikan. Komponen utama dari trading plan meliputi:

  • Strategi Entry dan Exit: Kriteria untuk membuka dan menutup posisi.
  • Manajemen Risiko: Aturan untuk mengelola risiko, termasuk penggunaan stop-loss dan ukuran posisi.
  • Tujuan Trading: Sasaran finansial dan pengukur kinerja.
  1. Backtesting

Backtesting adalah proses menguji strategi trading menggunakan data historis untuk mengevaluasi kinerjanya. Dengan melakukan backtesting, trader dapat melihat bagaimana strategi mereka akan berkinerja dalam kondisi pasar yang berbeda dan melakukan penyesuaian jika diperlukan.

  1. Sentimen Pasar

Sentimen pasar adalah sikap keseluruhan trader terhadap pasar atau instrumen tertentu. Sentimen dapat bersifat bullish (optimis) atau bearish (pesimis) dan sering kali mempengaruhi pergerakan harga. Memahami sentimen pasar membantu trader dalam membuat keputusan yang lebih baik.

  1. Broker

Tentunya yang tidak boleh terlupakan di istilah dalam trading forex ialah broker. Yang diartikan sebagai perantara yang memfasilitasi transaksi antara trader dan pasar. Pemilihan broker yang tepat sangat penting karena mempengaruhi biaya perdagangan, kecepatan eksekusi, dan dukungan pelanggan. Faktor yang perlu dipertimbangkan saat memilih broker meliputi regulasi, spread, jenis akun, dan platform trading yang tersedia.

Baca juga: Daftar Broker Terbesar Yang Ada di Dunia

Memahami istilah dalam trading forex adalah langkah awal yang krusial bagi setiap trader. Dengan menguasai konsep-konsep ini, trader dapat membuat keputusan yang lebih baik, mengelola risiko dengan lebih efektif, dan meningkatkan peluang keberhasilan dalam trading forex. Tetaplah belajar dan berlatih, serta selalu up-to-date dengan perkembangan pasar untuk menjadi trader yang sukses.

 B. Kelebihan dan Risiko dalam Trading Forex

Trading forex, atau perdagangan valuta asing, adalah aktivitas perdagangan mata uang dari berbagai negara. Forex merupakan pasar keuangan terbesar di dunia dengan volume perdagangan harian mencapai triliunan dolar. Pasar ini menawarkan peluang besar bagi para trader untuk meraih keuntungan. Namun, seperti halnya semua bentuk investasi, trading forex memiliki kelebihan dan risiko yang perlu dipertimbangkan secara matang. Untuk itu selain telah dibahas istilah dalam trading forex, tidak ketinggalan juga anda harus lebih detail mengetahui gambaran apa saja kelebihan dan risiko dalam trading forex tersebut. Tentunya hal demikian sebagai bahan pertimbangan anda kedepannya.

a. Kelebihan Trading Forex

kelebihan trading

1. Likuiditas Yang Tinggi

Pasar forex adalah pasar keuangan paling likuid di dunia. Likuiditas tinggi berarti Anda dapat membeli dan menjual mata uang dengan mudah tanpa banyak kesulitan. Ini memastikan bahwa transaksi dapat dilakukan dengan cepat dan pada harga yang diinginkan, tanpa banyak slippage atau perubahan harga yang signifikan antara waktu order dan eksekusi.

2. Potensi Keuntungan Besar

Pasar forex menawarkan potensi keuntungan yang sangat besar. Karena volatilitas harga mata uang yang tinggi, perubahan kecil dalam nilai tukar dapat menghasilkan keuntungan yang signifikan jika dimanfaatkan dengan baik. Trader yang berpengalaman dan memiliki strategi yang solid dapat meraih keuntungan besar dari fluktuasi pasar ini.

3. Akses 24 Jam

Tidak seperti pasar saham, pasar forex buka 24 jam sehari, lima hari seminggu. Ini karena pasar forex global beroperasi di berbagai zona waktu. Mulai dari sesi perdagangan di Sydney, Tokyo, London, hingga New York. Fleksibilitas waktu ini memungkinkan trader dari berbagai belahan dunia untuk melakukan perdagangan sesuai dengan jadwal mereka sendiri.

4. Leverage yang Menarik

Broker forex umumnya menawarkan leverage yang tinggi kepada trader. Leverage adalah fasilitas yang memungkinkan trader untuk mengendalikan posisi yang lebih besar dengan modal yang lebih kecil. Misalnya, dengan leverage 1:100, seorang trader dapat mengontrol $100,000 hanya dengan modal $1,000. Ini tentu meningkatkan potensi keuntungan, meskipun juga meningkatkan risiko kerugian.

Baca juga: Dinamika Grafik Harga Bitcoin Dari Tahun ke Tahun

5. Akses Mudah ke Informasi dan Alat Analisis

Kemajuan teknologi dan internet membuat informasi pasar dan alat analisis teknikal serta fundamental lebih mudah diakses. Banyak broker forex menyediakan platform trading lengkap dengan berbagai indikator teknis, grafik, dan berita pasar terkini. Ini membantu trader untuk membuat keputusan yang lebih baik dan lebih cepat.

b. Risiko Trading Forex

risiko trading forex

1. Risiko Volatilitas

Forex dikenal dengan volatilitasnya yang tinggi. Perubahan harga yang cepat dan drastis dapat terjadi dalam waktu singkat, terutama selama rilis berita ekonomi penting atau kejadian geopolitik. Meskipun volatilitas ini dapat menawarkan peluang keuntungan, itu juga meningkatkan risiko kerugian besar dalam waktu singkat.

2. Risiko Leverage

Leverage adalah pedang bermata dua. Meskipun dapat meningkatkan potensi keuntungan, leverage juga dapat memperbesar kerugian. Trader yang menggunakan leverage tinggi berisiko kehilangan lebih dari modal awal mereka dalam waktu singkat jika pasar bergerak berlawanan dengan posisi mereka. Oleh karena itu, memahami penggunaan leverage dan manajemen risiko adalah kunci dalam trading forex.

3. Risiko Broker dan Likuiditas

Memilih broker yang tepat sangat penting dalam trading forex. Ada risiko broker yang tidak teregulasi atau beroperasi secara tidak jujur. Selain itu, meskipun pasar forex sangat likuid, ada saat-saat tertentu ketika likuiditas bisa menurun, misalnya selama jam-jam perdagangan yang sepi atau ketika terjadi krisis keuangan. Kurangnya likuiditas ini dapat menyebabkan slippage dan kesulitan dalam mengeksekusi order pada harga yang diinginkan.

4. Risiko Psikologis

Trading forex tidak hanya membutuhkan keterampilan teknis tetapi juga kestabilan emosional. Trader seringkali menghadapi tekanan besar yang bisa memengaruhi keputusan mereka. Keserakahan dan ketakutan adalah dua emosi yang sering memicu kesalahan dalam trading. Trader yang tidak dapat mengendalikan emosinya cenderung membuat keputusan impulsif yang merugikan.

5. Risiko Pasar dan Ekonomi

Faktor-faktor ekonomi dan politik global dapat memengaruhi nilai tukar mata uang. Perubahan suku bunga, inflasi, data pekerjaan, dan kebijakan pemerintah adalah beberapa faktor yang dapat menyebabkan fluktuasi harga. Ketidakpastian ekonomi global, seperti krisis keuangan atau konflik geopolitik, juga dapat mempengaruhi pasar forex secara signifikan.

C. Strategi Mengelola Risiko dalam Trading Khususnya Forex

istilah dalam trading forex

1. Manajemen Risiko yang Baik

Manajemen risiko adalah aspek krusial dalam trading forex. Ini mencakup penggunaan stop-loss untuk membatasi kerugian dan pengaturan take-profit untuk mengamankan keuntungan. Trader juga harus menentukan ukuran posisi yang tepat sesuai dengan modal mereka dan risiko yang siap mereka tanggung.

2. Diversifikasi

Diversifikasi adalah strategi untuk mengurangi risiko dengan menyebar investasi pada beberapa pasangan mata uang. Dengan tidak menempatkan semua dana pada satu posisi, trader dapat mengurangi dampak negatif dari fluktuasi harga yang tidak menguntungkan pada satu pasangan mata uang.

3. Edukasi dan Latihan

Trader yang sukses selalu belajar dan mengasah keterampilan mereka. Mengikuti kursus trading, membaca buku, dan mengikuti berita pasar dapat membantu trader memahami lebih baik dinamika pasar forex. Banyak broker juga menyediakan akun demo yang memungkinkan trader untuk berlatih tanpa risiko kehilangan uang sungguhan.

4. Mengendalikan Emosi

Mengendalikan emosi adalah kunci untuk menjadi trader yang sukses. Trader harus memiliki rencana trading yang jelas dan disiplin dalam mengikutinya. Mereka harus menghindari keputusan trading yang didasarkan pada emosi seperti keserakahan atau ketakutan.

5. Menggunakan Analisis Teknis dan Fundamental

Menggabungkan analisis teknis dan fundamental dapat memberikan pandangan yang lebih komprehensif tentang pasar. Analisis teknis membantu trader dalam mengidentifikasi pola harga dan tren, sementara analisis fundamental membantu dalam memahami faktor-faktor ekonomi yang mendasari pergerakan mata uang.

Trading forex menawarkan peluang besar untuk meraih keuntungan, namun juga datang dengan risiko yang signifikan. Trader yang ingin sukses di pasar ini harus memahami baik kelebihan maupun risikonya. Dengan manajemen risiko yang baik, pendidikan yang terus-menerus, dan pengendalian emosi, trader dapat memaksimalkan peluang keuntungan sambil meminimalkan potensi kerugian. Ingatlah bahwa trading forex bukanlah jalan pintas untuk menjadi kaya, tetapi merupakan perjalanan investasi yang membutuhkan pengetahuan, keterampilan, dan disiplin yang tinggi.

 

Tinggalkan sebuah Komentar