Kebijakan The Fed Membuat IHSG Melonjak Naik Hari Ini

US telah mengeluarkan kebijakan The Fed yang baru. Di mana Bank Sentral Amerika Serikat tersebut pada akhirnya memutuskan untuk menahan kembali suku bunganya. Hal tersebut justru membuat Indeks Harga Saham Gabungan melonjak naik.

Kebijakan The Fed Membuat IHSG Melonjak Naik Hari Ini

Pada hari Kamis, 14 Desember 2023, pasar ditutup dengan IHSG yang cukup baik. Hal ini tentu saja disambut baik oleh para investor karena suku bunga kembali ditahan dan bahkan akan ada potongan pada tahun depan.

Berbeda dengan kemarin, di mana IHSG terpuruk dengan beberapa saham, kali ini berangsur kembali baik. Jika memang berniat trading, broker forex terbaik bisa membantu Anda untuk memulainya.

IHSG Bergairah Setelah Kebijakan The Fed Menahan Suku Bunga

Setelah diumumkannya kebijakan The Fed yang ingin menunda kenaikan suku bunga dan bahkan melakukan pemangkasan pada tahun depan, IHSG menjadi lebih baik.

Baru hari kemarin, IHSG terpuruk karena beberapa saham. Data dari Bursa Efek Indonesia, Indeks bursa saham acuan yang ada di Indonesia, ditutup dengan kenaikan sebesar 1,46%, naik ke posisi 7.176,016.

Jadi, hari ini IHSG sudah menyentuh level psikologis 7.100 setelah sebelumnya mengalami penurunan. Tidak hanya itu, bahkan level psikologis IHSG hari ini nyaris menyentuh 7.200.

Jumlah dari transaksi yang dilakukan IHSG pada hari ini telah mencapai Rp 15 triliun yang melibatkan sekitar 26 miliaran saham yang sebelumnya telah terjadi perpindahan tangan sebanyak 1,2 juta kali.

Karena adanya kebijakan The Fed yang keluar itu akibatnya terdapat335 saham menguat, 198 saham mengalami pelemahan, dan ini jumlahnya sedikit. Dan terakhir terdapat 228 mengalami stagnam sahamnya.

Sektor yang paling tinggi hingga membuat IHSG mengalami kenaikan dari sektor saham yang menyumbang kenaikan hingga mencapai5,93%. Lalu ada properti yang mencapai 2,31%. Dan yang paling rendah ada sektor industri yang menyumbang kenaikan mencapai 1,2%.

Salah satu contoh yang menopang IHSG ada dari perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia. Perusahaan perbankan ini bahkan penyumbang terbesar dengan jumlah indeks poinnya adalah 29,7.

Jika kalian tanya mengapa pihak Bank Sentral Amerika Serikat menunda kenaikan suku bunga, itu sudah dipertimbangkan sesuai proyeksi pasar. Jadi, adanya kebijakan The Fed diambil berdasarkan perhitungan CME FedWatch Tool.

 

 

 

Tinggalkan sebuah Komentar