Kenaikan Harga Internasional Pengaruhi Berbagai Sektor

Kenaikan Harga InternasionalKenaikan harga internasional mempengaruhi berbagai sektor industri di Indonesia, diantaranya adalah pupuk dan ekspor perikanan. Saat ini harga pupuk nonsubsisdi kian naik, hal ini dikarenakan harga internasional juga menjadi naik.

Beberapa faktor yang mempengaruhi adanya kenaikan adalah pandemic global yaitu varian virus baru Omicron semakin mendunia dan menyebar ke hampir seluruh negara yang belum tervaksin.

Tidak hanya itu, budidaya orientasi ekspor juga ditingkatkan seiring dengan adanya kenaikan pada pasar internasional. Hingga bulan November lalu tercatat nilai ekspor perikanan mencapai 5,15 miliar USD serta beberapa minggu terakhir mencapai miliar USD.

Beberapa komoditas unggulan pada kegiatan ekspor perikanan ini adalah udang, tuna, cakalang, tongkol, rumput laut, cumi, gurita, sotong, kepiting, dan rajungan. Beberapa Negara pengimpor komoditas ekspor dari Indonesia adalah Cina, Amerika, Uni Eropa, dan Asia Tenggara.

Pemerintah Indonesia akan semakin meningkatkan nilai ekspor pada sektor kelautan dan perikanan ini. Tentunya dengan berbagai terobosan seperti membantu nelayan dengan memberikan benih kepada masyarakat.

Kenaikan Harga Internasional Pengaruhi Pupuk Nonsubsidi

Selain mempengaruhi ekspor di sektor kelautan dan perikanan, kenaikan harga ini juga mempengaruhi nilai pokok produksi pupuk di tanah air. Sampai hari ini (Senin, 3/1/2022) kenaikan pada pupuk urea sudah sebanyak 3 kali lipat.

Beberapa faktor yang mempengaruhi kenaikan ini, diantaranya adalah varian virus baru Omicron yang menjadi pendemi global. Serta nilai komoditas yang melonjak tinggi di pasar Internasional yang ikut mempengaruhi harga produksi pupuk.

Meskipun demikian, kenaikan harga pupuk nonsubsidi dalam negeri tidak terlalu tinggi jika dibandingkan dengan harga internasional. Maka dari itu, ini menjadi momen tepat untuk melakukan ekspor. Saat ini harga pupuk urea sudah sekitar 1.000 USD per ton.

Di pasar internasional, harga urea sudah mencapai sekitar 1.000 US Dolar per ton. Kenaikan gas yang menjadi bahan baku urea sangat tinggi, sehingga menyebabkan kenaikan pupuk nonsubsidi juga melambung.

Kenaikan beberapa bahan baku serta gara internasional ini turut membuat pergerakan pada mata uang forex juga ikut bergejolak. Anda dapat melihatnya dari broker octafx yang memberikan beragam informasi seputar perkembangan trading forex dan broker forex spread tipis yang terpercaya di indonesia.

Pandemi yang masih mendunia dan memunculkan beragam varian virus baru masih menjadi faktor pergerakan pasar internasional. Selain itu tingginya harga komoditas di pasar internasional juga membuat kenaikan harga internasional.

Tinggalkan sebuah Komentar