Kesepakatan Brexit Ditandatangani, Pound Melejit

Laju kenaikan Pound sedikit terhenti di sesi Kamis siang ini, setelah melesat kemarin pasca penandatanganan perjanjian dagang Inggris-Uni Eropa. Realita bahwa Inggris keluar dari Uni Eropa dengan kesepakatan, menjadi euforia bagi pasar. Para investor pun tak terlalu memusingkan masalah tambahan stimulus fiskal AS dan menyambut baik persetujuan rollout vaksin Astrazeneca.

gbpusd 31 desember

Kemarin, Sterling menguat terhadap semua mata uang mayor. Meningkatnya minat pasar terhadap aset risiko tinggi seperti saham dan komoditas terjadi karena merespon kesepakatan Brexit di Brussels.

“Uni Eropa siap sedia untuk bekerjasama, bahu membahu dengan Inggris. Hal ini meliputi masalah perubahan iklim, menjelang COP 26 di Glashow, dan tentang respon terhadap pandemi, khususnya dengan kemungkinan adanya perjanjian (penanganan) pandemi. Dalam kerjasama luar negeri, kita akan mencari isu-isu kerjasama yang khusus berdasarkan nilai dan minat,” tutur Charles Michel, eks PM Belgia yang kini menjabat sebagai pimpinan Uni Eropa.

“Hal tersebut adalah isu utama yang mungkim harus didiskusikan secara mendasar, seperti bagaimana kita menyusun strategi dengan partener, dan saya sangat menantikan kerjasamaa semacam ini.”

baca juga : akhir tahun 2020 harga emas bertahan di 1887

Kesepakatan keluarnya Inggris dari Uni Eropa ini menjadi akhir yang melegakan, setelah perundingan antara Inggris dan Uni Eropa selama sembilan bulan berjalan sangat alot.

“Ini merupakan jalan yang panjang. Kini saatnya menaruh Brexit di belakang. Masa depan kita diciptakan di Eropa,” komentar Presiden Komisi Uni Eropa, Ursula von der Leyen sambil tersenyum dalam seremoni penandatangan di Brussel, dilansir dari CNN.

Dengan demikian, Poundsterling memiliki peluang untuk menambah penguatan. Gavin Friend dari NAB mengatakan, dengan kesepakatan Brexit ini, maka GBP/USD bisa naik ke 1.3750 dalam beberapa hari ke depan. Di tahun 2021, pasangan mata uang tersebut juga mungkin menyentuh 1.40.

Namun, perlu diingat satu faktor yang membatasi penguatan Pound adalah kecepatan penyebaran strain baru virus Corona yang berdampak pada perekonomian Inggris.

Tinggalkan sebuah Komentar