Kurs Dolar AS Tembus Rp 15.000, Apa Bisa Naik Lagi?

Seperti yang diketahui, saat ini kurs dolar AS (Amerika Serikat) memang terus bergerak menanjak. Bahkan pada Rabu Pagi saja USD sudah kembali lagi tembus di angka 15.000 rupiah.

kurs dolar AS

Beberapa pengamat juga menyebutkan jika penguatan tersebut terjadi karena kekhawatiran kesepakatan batas hutang di AS. Hal tersebut membuat para pelaku pasar yang memegang aset aman, seperti dolar Amerika Serikat.

 

Bukan hanya itu saja, menguatnya USD ini juga dikarenakan proyeksi bank sentral AS (the Fed) naikkan suku bunga acuannya. Aristin Tjendra, pengamat pasar uang menjelaskan data ekonomi AS terus melakukan perbaikan.

 

Sehingga itu dapat menimbulkan inflasi. hal tersebut juga menyebabkan ekspektasi the Fed akan menaikkan lagi suku bunga acuannya. Tidak heran apabila dollar amerika mengalami kenaikan terus sejak kemarin.

Kurs Dolar AS Merangkak Naik

Berdasarkan data survei sebanyak 6,9% ekspektasi the fed naikkan suku bunga acuan 25 berbasis poin (bp) pada bulan Juni nanti. Sementara itu sebesar 38,1% berekspektasi jika tidak terjadi perubahan.

 

Penguatan USD juga dikarenakan adanya kekhawatiran mengenai kesepakatan batas hutang AS. Para pelaku pasar nyatanya juga masih khawatir mengenai voting batas hutang AS yang akan dilakukan di kongres.

 

Jika saja tidak memenuhi harapan market dan itu membuat para pelaku pasar kembali ke aset aman yakni USD. Jika Anda mencermati situs broker forex terbaik, pasti kenaikan dolar ini terus dibicarakan.

 

Meskipun dianggap belum deal oleh partai oposisi, namun sudah ada kesepakatan. Itulah yang membuat kacau balau, apalagi menteri keuangan Amerika mengungkapkan jika tidak bisa diselesaikan, besar kemungkinan gagal bayar hingga bangkrut.

 

Masalah pagu hutang 31,1 triliun dolar AS jika belum disepakati kurun waktu 5 tahun, maka perekonomian Amerika juga berbahaya. Sementara data tenaga kerja AS yang akan diumumkan juga diprediksi positif.

 

Hal tersebut juga dapat dijadikan petunjuk jika suku bunga acuan Fed akan dinaikkan dan menunjukkan jika inflasi cukup tinggi. Itu juga jadi pemicu kurs dolar AS masih akan terus menanjak.

 

Diprediksi dolar akan terus menguat hingga 15.500 rupiah kedepannya. Pada kuartal 3 ini besar kemungkinan berada pada level tersebut, meskipun Bank Indonesia sudah mengumumkan tahun 2024 tertinggi di 15.200 rupiah.

 

Jika dilihat dari faktor eksternal sendiri hal yang menyebabkan dolar naik, satu diantaranya ialah pagu hutang AS. Beragam sentimen itu juga mendorong kurs dolar AS jadi terus menguat pantau chat di trading pro.

 

Tinggalkan sebuah Komentar