Kurs Mata Uang Yuan Mengalami Peningkatan Disusul Dengan Rupiah

Yuan mengalami peningkatan hari ini tanggal 17 November 2020 terhadap dolar AS dan peningkatan itu terjadi pada poin 286 sehingga Yuan sekarang berada di level 6,5762 setelah sebelumnya juga mengalami peningkatan kemarin di hari Senin pada 237 poin. Ini merupakan peningkatan signifikan kurs mata uang Cina mengingat tiga hari sebelumnya, Yuan mengalami penurunan selama 3 hari berturut-turut sesuai dengan data CFETS atau Sistem Perdagangan Valuta Asing China.

yuan dan rupiah menguat

Baca juga disini : Sebelum Terjun ke Bisnis Trading Forex Kenali Dulu BROKER dan Regulasinya

Yuan dan Rupiah Meningkat Pada Pembukaan Hari Ini

Yuan diperbolehkan untuk naik di dalam pasar spot valas China dan diperbolehkan pula untuk turun dengan persentase sebesar 2% dari level paritas tengahnya pada hari perdagangan. Kurs tengah untuk Yuan terhadap dolar disesuaikan pada average yang tertimbang harga yang ditawarkan oleh para pelaku pasar sebelum adanya pembukaan jual beli uang antarbank setiap hari kerja. Yuan dinilai sangat diuntungkan oleh kemenangan Joe Biden pada pilpres Amerika Serikat beberapa waktu lalu.

Ini dikarenakan dirinya dianggap kurang mengancam hubungan antar China dan Amerika dibandingkan dengan Presiden sebelumnya yaitu Donald Trump. Sementara itu, kurs mata uang yang lainnya seperti Rupiah juga dibuka dengan terus melanjutkan tren peningkatannya hari ini di hari kedua terhadap dolar AS. Di pukul 09.02 WIB tadi pagi, Rupiah terus menguat ke posisi Rp 14.040 per dolar atau mengalami peningkatan dengan persentase 0,50% dari sesi yang sebelumnya.

Ahmad Mikail sebagai Ekonom Samuel Sekuritas menjelaskan bahwa peningkatan Rupiah ini asalnya dari perilisan data neraca perdagangan dalam negeri. Seperti yang diketahui, tanggal 16 November kemarin, BPS atau Badan Pusat Statistik memberikan pengumuman adanya surplus pada neraca perdagangan di Indonesia Oktober 2020 mencapai sekitar US$ 3,61 miliar. Angka itu pun dinilai jauh lebih tinggi daripada September dua bulan lalu yang hanya sekitar $2,39 miliar saja.

Baca juga disini : Pelajari Lebih Dalam Apa Itu Forex Trading Untuk pPemula

Pergerakan naik Rupiah ini disebabkan oleh adanya penguatan dari harga komoditas CPO dan juga batubara yang tinggi bulan Oktober lalu. Data positif ini pun dinilai akan terus mengalami peningkatan dalam perdagangan saat ini. Sementara jika dilihat dari faktor luar, sentimen cenderung lebih mereda dan tidak ada sama sekali lonjakan kasus penyebaran virus Covid-19 yang terlalu signifikan secara global. Diprediksi bahwa hingga penutupan nanti, Rupiah masih akan terus mengalami peningkatan.

Sementara untuk kurs mata uang dolar AS mengalami perpindahan tangan di sekitar paruh tengah 104 yen pada awal transaksi Tokyo pagi ini dan mengalami pelemahan dibandingkan level sebelumnya kemarin malam pada perdagangan New York. Saat market Tokyo dibuka, dolar berada pada level 104,53-54 yen dibandingkan 104,52-62 yen pada New York dan Senin malam kemarin levelnya berada pada 104,44-46 yen. Sementara itu, Euro berada pada level 1,1859-1859 terhadap dolar AS dan ada di level 123,95-96 terhadap Yen Jepang. Diprediksi pergerakan masih akan tetap berlanjut hingga sore ini saat penutupan.

Tinggalkan sebuah Komentar