Kurs Rupiah Naik Beberapa Hari Karena Inflasi RI Rendah

Melawan dolar Amerika Serikat, kurs rupiah naik di perdagangan awal minggu. Mata uang Indonesia kembali lanjutkan kerjanya yang cukup impresif setelah berhasil menguat selama 3 minggu berturut sebelumnya.

Kurs Rupiah Naik Beberapa Hari Karena Inflasi RI Rendah

Berdasarkan laporan yang ada, kurs Garuda sukses akhiri perdagangan di angka 14.965 rupiah per USD. Nilai tersebut menguat sekitar 0,17% di pasar dan menunjukkan kenaikannya atas dolar AS.

Sampai sekarang ini, mata uang Indonesia berhasil naik selama lima hari secara berturut. Sepanjang minggu kemarin, tercatat rupiah naik lebih dari 1% dan itu sudah terjadi selama 3 minggu berturut info dari brokerindo.

Kurs Rupiah Naik Hingga 3,8%

Selama periode kenaikkannya 3 minggu tersebut, hampir 3% menguatnya. Kuartal I-2023 bahkan ditutup dengan cukup impresif, di mana angka penguatannya dicatat sebesar 3,8% dan sukses jadi mata uang terbaik Asia.

Bahkan nilai tersebut menjadikan mata uang garuda menjadi yang terbaik nomor 6 dunia. The Fed sendiri membuka ruang dan tidak menaikkan suku bunganya, sehingga rupiah terus mengalami kenaikan.

Hal itu juga dicatat sekitar dua minggu lalu ketika the Fed memberikan pengumuman mengenai kenaikan suku bunganya 25 poin jadi 4,75-5%. Namun komite pembuat kebijakan nantinya akan mengamati informasi terbaru.

Kemudian nantinya akan menilai bagaimana implikasi dalam membuat kebijakan moneternya. Nilai kurs rupiah naik karena inflasi di Indonesia di bawah 5%. Inflasi inti PCE Februari naik dari sebelumnya sekitar 0,3%.

Sementara itu inflasi PCE sendiri dijadikan acuan bagi the Fed untuk menentukan mengenai kebijakan moneter. Bukan hanya itu, data tenaga kerja juga menjadi acuan bank sentral AS.

Dari Indonesia sendiri, data BPS (Badan Pusat Statistik) memberikan laporan inflasi bulan Maret 2023 lebih rendah selama 2 tahun belakangan. Ini kemungkinan besar karena Maret inflasi turun dan harga bergejolak.

Maret 2023, inflasi berada di angka 0,18% dan lebih kecil dibanding tahun 2022 yakni 0,4% dan 2021 0,32%. Secara tahunan memang inflasi Maret 4,97% dan lebih rendah dari 2022 yaitu 5,47%.

Berdasarkan datanya, inflasi inti tahunan terus turun dan karena rendahnya angka tersebut, maka daya beli jadi naik serta perekonomian membaik. Tidak heran kurs rupiah naik karena inflasi RI turun. broker fbs

 

Tinggalkan sebuah Komentar