Rusia dan Indonesia Kompak Larang Ekspor Komoditas pada 2022

Larang Ekspor KomoditasPemerintah Rusia dan Indonesia kompak larang ekspor komoditas sejak tahun 2022. Tidak hanya itu, beberapa negara juga melakukan pelarangan terkait ekspor komoditas di tahun ini.

Hal ini disampaikan melalui catatan dari Badan Pusat Statistik (BPS). Menurut catatan dari BPS beberapa negara yang melarang ekspor tentang komoditas yaitu Rusia, Indonesia dan Ukraina.

Selain itu, data ini juga didukung oleh konfirmasi dari Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS bernama Setianto. Ia menyebutkan Indonesia melarang untuk melakukan ekspor minyak sawit mentah.

Proses larang ekspor komoditas minyak sawit mentah ini sudah dilakukan sejak 28 April 2022 hingga 23 Mei 2022. Tentunya hal tersebut dilakukan bukan tidak beralasan dan disebabkan oleh berbagai faktor.

Selain Indonesia, negara Ukraina juga melarang terjadinya ekspor di beberapa komoditasnya. Hal tersebut dilarang sejak 6 Maret 2022 hingga 31 Desember 2022 mendatang untuk mengekspor komoditas.

Indonesia Larang Ekspor Komoditas

Beberapa komoditas yang dilarang untuk diekspor oleh Ukraina seperti unggas, telur, daging sapi dan minyak bunga matahari. Tidak hanya itu, Rusia juga menyusul beberapa larangan ekspor komoditas di tahun 2022.

Rusia mulai melarang ekspor beberapa komoditas sejak Maret 2022. Rusia larang ekspor komoditas berupa gandum, gula, jagung dan barley sejak 14 Maret 2022 hingga 30 Juni 2022.

Baca juga : Harga emas jatuh lagi dipengaruhi beberapa faktor

Selain itu, beberapa komoditas lainnya yaitu biji bunga matahari dilarang ekspor oleh Rusia. Menyusul juga jenis pupuk dan nitrogen yang dilarang diekspor dengan batas waktu berbeda-beda.

Tidak hanya tiga negara tersebut, China juga larang ekspor komoditas pupuk sejak 24 September 2021. Sementara itu, India menyusul melakukan pelarangan ekspor gandum sejak tanggal 13 Mei 2022.

Posisi Indonesia pada perdagangan dunia masih mengalami defisit terhadap tiga negara yaitu Australia, Thailand dan China. Angka defisit tersebut mencapai angka US$535,5 juta sejak bulan Mei 2022.

Kemunculan defisit tersebut terjadi dikarenakan jumlah impor lebih tinggi dibandingkan ekspor ke Australia. Karena hal itulah pemerintah larang ekspor komoditas ke negara lain untuk beberapa jenisnya di tahun 2022.

 

Tinggalkan sebuah Komentar