Mata Uang Asia Melemah, Sementara Dollar Justru Stabil

Mata uang Asia melemah pada hari Selasa (26/09), sementara Dollar stabil di level tertinggi tahun ini. Di tengah-tengah meningkatnya spekulasi terkait suku bunga Amerika Serikat akan naik lagi tahun ini.

Mata Uang Asia Melemah, Sementara Dollar Justru Stabil

Indeks Dollar serta indeks berjangka mengalami kenaikan tipis di perdagangan Asia. Usai komentar hawkish dari Kepala FED semakin meningkatkan ekspektasi suku bunga lebih tinggi.

Kashkari mengatakan dia melihat setidaknya 1x kenaikan suku bunga lagi pada tahun ini. Serta  suku bunga harus dipertahankan lebih lama guna mendinginkan beberapa aspek ekonomi Amerika Serikat.

Skenario tersebut menjadi isyarat kurang baik untuk mata uang Asia. Sebab kesenjangan antara suku bunga berisiko serta suku bunga berisiko rendah justru menyempit. Sentimen terhadap Asia juga tertahan.

Mata Uang Asia Melemah, Sementara Dollar Justru Stabil

Tertahan oleh kekhawatiran yang berlanjut terus terhadap China, terutama krisis di sektor properti masif. Yuan berkutat dekat posisi terendah 10 bulan walau terdapat penetapan kurs tengah harian.

Yang jauh lebih kuat oleh People’s Bank of China, fokus minggu ini tertuju data purchasing managers’ index China. Yang diperkirakan akan menunjukkan pelemahan yang berkelanjutan dalam aktivitas bisnis.

Kekhawatiran atas China membuat Dollar Australia menurun sedikit, dengan angka bulanan inflasi konsumen  yang nanti akan hadir minggu ini. Mata uang Asia yang jauh lebih luas ada dalam range ketat.

Di tengah-tengah minat risiko yang lemah, ini tentu juga mengkhawatirkan brokerindofx.com. Dengan sebagian mata uang regional yang diperdagangkan pada titik terendah multi bulan terhadap Dollar.

Rupee India flat, namun mendekati rekor terendah, juga ada di bawah tekanan dari lonjakan harga minyak terbaru ini. Won Korea Selatan mengalami penurunan 0,4% ke level terendah.

Serta hampir menguji level rendah 2023. Mata Uang Asia Melemah seperti Dollar Singapura yang turun 0,1%, sedangkan rupiah juga mengalami penurunan 0,2%, di mana kedua mata uang tersebut menghadapi tekanan.

Dari harga minyak yang jauh lebih tinggi. Sementara itu, Yen diperdagangkan sideways pada hari Selasa, tetapi masih mendekati level terendah dalam 11 bulan terhadap dolar.

Kendati mata uang tersebut turun dalam beberapa sesi terakhir ketika BoJ menegaskan lagi sikap ultra dovish. Kerugian yang jauh lebih dalam tertahan oleh peringatan ada intervensi lanjutan.

Di pasar mata uang dari pemerintah, menteri Keuangan Jepang baru ini mengatakan pemerintah tidak mengesampingkan opsi apapun. Sementara Mata uang Asia melemah pada hari selasa.

 

Tinggalkan sebuah Komentar