Mata Uang Asia Stabil, Sedangkan Dolar Dekat Low 4 Bulan

Pada hari Rabu 20 Desember 2023, data menunjukkan bahwa mata uang Asia stabil secara mayoritas. Sedangkan di sisi lain, dolar tetap berada diĀ  dekat level terendah selama 4 bulan ketika sebagian besar trader masih berpegang pada spesifikasi the FED akan memangkas suku bunga.

Mata Uang Asia Stabil

Di samping itu, para pedagang sepertinya juga terlalu mengabaikan adanya peringatan dari pejabat the FED. Peringatan tersebut berkaitan bahwa antusiasme terhadap pemangkasa suku bunga lebih awal terlalu berlebihan.

Sementara dengan terus menurunnya dolar serta treasury yields memberikan sinyal keyakinan yang berkembang bahwa suku bunga tersebut mulai turun tercepat bulan Maret 2024. Sebelum Anda masuk ke dalam broker forex, maka perlu mengetahui penjelasan berikut.

Mata Uang Asia Stabil dan Raih Kenaikan Kuat Selama Seminggu Terakhir

Adanya gagasan yang sudah disinggung sebelumnya mampu menopang sebagian besar aset dimana juga didorong dengan adanya risiko. Mata uang yang sensitif terhadap suku bunga sebagai contohnya won Korea Selatan dan dollar Australia naik 0,1 dan 0,2 persen di hari Rabu.

Mata uang Asia yang lebih luas justru sedikit naik serta berhasil meraih kenaikan cukup kuat selama seminggu terakhir. Hal tersebut imbas dari the Fed yang memberikan isyarat sudah selesai menaikkan suku bunga serta menurunkan suku bunga pada tahun depan.

Walaupun mata uang Asia stabil, tetapi hal tersebut justru memicu adanya penurunan cukup tajam pada dolar. Selain itu juga meningkatkan adanya spekulasi kapankah pihak bank sentral mulai menurunkan suku bunga.

Pihak Goldman Sachs memperkirakan adanya lima kali pemangkasan di tahun 2024 serta sebagian besar merupakan bias pada paruh pertama di tahun 2023 ini. Di sisi lain, indeks dollar dan indeks berjangka lebih stabil di perdagangan Asia.

Meski begitu, pejabat FED tetap memberikan peringatan bahwa perdagangan di broker mungkin tetap berisiko tinggi. Terlebih lagi kalau inflasi tetap tinggi serta membutuhkan suku bunga jauh lebih tinggi buat jangka waktu lama.

Di sisi lain Yen Jepang Flat menurun tajam dari level tertinggi selama empat bulan terakhir karena BOJ tetap mempertahankan sikap ultra dovish. Walaupun mata uang Asia stabil, tetapi Anda harus ingat bahwa perdagangan tetap berisiko.

 

Tinggalkan sebuah Komentar