Mata Uang Global Dianggap Akan Melemah Setelah FOMC

Mata Uang GlobalMata uang global sedang dalam perhatian khusus menjelang jadwal meeting FOMC. Pertemuan ini sering menghasilkan keputusan negatif maupun positif. Tidak heran kemudian para investor merasa cukup cemas.

Terlebih jika keputusan yang dihasilkan ternyata malah membuat bidang investasi semakin menurun. Ditambah lagi kurs dollar sampai rupiah ikutan melemah. Hal ini menyebabkan para broker forex terbaik mengalami kekhawatiran.

Pengaruh FOMC Terhadap Mata Uang Global

Sebelum rencana pertemuan FOMC dikeluarkan, The Fed sempat mengeluarkan pernyataan mengenai tapering. Hal ini sepertinya akan dilakukan pada akhir tahun. Meski begitu mengenai teknisnya belum dijelaskan.

Tidak heran jika pada pertemuan tersebut, diharapkan The Fed dapat menjelaskan lebih detail. Apalagi prediksi besarnya dampak terhadap kurs. Wajar saja The Fed belum mengeluarkan teknis karena muncul masalah.

Baca juga : Tekanan ekonomi inggris, membuat para investor khawatir

Misalnya saja mengenai menurunnya data tenaga kerja Amerika Serikat. Prediksi awalnya salah karena penurunan begitu anjlok. Kalau hal ini terjadi terus, ada kemungkinan investor dollar menjual uangnya.

Fakta ini terdukung lagi dengan penguatan kurs dollar belakangan. Ada prediksi juga kalau mata uang lainnya bisa menguat dibanding dollar. Baik berupa kurs poundsterling sampai euro yang bisa terkena hawkish.

Belum lagi bank central sudah mengeluarkan kebijakan moneter lebih ketat dari sebelumnya. Apalagi kalau The Fed benar-benar mengeluarkan timeline sampai tapering. Pasti pengaruhnya lebih tinggi pada pelemahan.

Rupiah Bisa Saja Ikutan Melemah

Menurut beberapa analisi, meeting FOMC bisa saja membuat rupiah menjadi lemah. Meski begitu nilainya tidak terlalu anjlok ekstrem. Apalagi ekonomi di Indonesia bukannya sedang memburuk atau genting.

Dalam masa pandemi, pertumbuhan Indonesia sudah melaju pada posisi yang tepat. Inilah yang menjadi poin kenapa rupiah bisa tetap kuat. Bisa saja tahan goncangan meski pasar internasional sedang gaduh sekalipun.

Sementara itu di luar dolar, banyak kurs lain kemungkinan memiliki kenaikan. Sebab lainnya karena pengaruh dari pemerintah Kanada. Ban Central mereka mengeluarkan kebijakan kenaikan suku bunga.

Khusus untuk dolar Kanada, kemungkinan menjadi yang paling diuntungkan. Terlebih belum lama ini memiliki peningkatan harga minyak. Bahkan perhitungan rata-rata penjualan mereka mencapai 80 USD per barel.

Menjelang akhir tahun nanti, baik dolar amerika maupun Kanada dianggap cukup sejajar pertumbuhannya. Tidak lain masih berada pada level 1,30%. Tapi jika faktor the greenback muncul, mata uang global melemah.

Tinggalkan sebuah Komentar