Mengenal Indikator dan Fungsinya Dalam Trading

Trading forex menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak digandrungi masyarakat lua. Mungkin kita sering menganggap investasi selalu dilakukan oleh orang yang  memiliki banyak uang. Tapi sebenarnya semua orang bisa berbisnis investasi trading forex. Karena kita bisa memulai bisnis dengan modal yang kecil.

fungsi indikator dalam trading forex

Bisnis trading forex banyak disukai karena menjanjikan tingkat pengembalian yang cukup besar. Sangat berbeda jika kita bandingkan dengan instrumen investasi yang lainnya seperti saham atau juga obligasi. Keduanya juga cukup favorit tapi tidak mampu menghasilkan keuntungan yang besar seperti pada trading forex.

Tapi kita sebenarnya perlu paham bahwa walaupun keuntungan yang dijanjikan besar, risiko kerugian juga tidak kalah besar. Karena setiap bisnis yang bisa menguntungkan maka juga akan menghadirkan risiko dibelakangnya. Jika kita ingin masuk ke dunia bisnis investasi trading forex, maka harus memahami tentang risiko tersebut.

Dalam usaha untuk mencari keuntungan dari bisnis trading forex, kita bisa memilih dua cara analisa yang sangat wajar di kalangan para trader yaitu analisa teknikal dan fundamental. Keduanya adalah dua cara utama dalam membaca arah pergerakan pasar keuangan global. Jadi kita harus bisa memahami keduanya dan menentukan cara mana yang paling cocok dengan gaya trading kita.

Analisa Teknikal dan Fundamental

Kita pastinya sudah paham bahwa dalam bisnis trading forex ada dua cara untuk membaca arah pergerakan pasar. Tanpa menggunakan dua cara tersebut, kita akan sering terjebak oleh langkah-langkah para pemain besar. Karena mereka akan berusaha untuk menipu dengan segala rahasia dibaliknya. Tapi jika kita mampu memahami kedua cara itu, kita bisa menghindari tipuan-tipuan. Berikut ini penjelasan lengkap kedua analisis tersebut:

indikator yang paling akurat dalam trading

  1. Analisa Teknikal

Analisa pertama yang sering digunakan oleh para trader profesional adalah analisa teknikal. Cara ini adalah cara membaca pergerakan pasar yang didasarkan oleh faktor-faktor yang bersifat teknis. Ada banyak sekali dasar-dasar dalam melakukan analisa teknikal pada satu pasangan mata uang. Kita bisa menggunakan analisa berdasarkan bentuk candlestick atau juga berdasarkan arah pergerakan trend.

Semua itu bisa digunakan dengan baik dan cukup akurat. Apalagi saat ini juga banyak sekali indikator-indikator bantuan yang akan membuat analisa pergerakan pasangan mata uang menjadi lebih sederhana, mudah dan akurat. Pada semua platform perdagangan trading forex sudah disediakan banyak sekali indikator yang bisa kita gunakan.

Banyak yang menilai bahwa analisa teknikal ini lebih akurat jika dibandingkan dengan analisa fundamental. Karena pergerakan chart akan terjadi lebih cepat sebelum adanya rilis data ekonomi dari suatu negara. Sehingga banyak yang lebih memilih analisis teknikal dan masih didukung oleh analisa fundamental untuk mengkonfirmasi pergerakan selanjutnya.

  1. Analisa Fundamental

Kemudian cara membaca pergerakan pasar selanjutnya adalah dengan analisa fundamental. Untuk cara ini lebih mengutamakan faktor-faktor yang bersifat non-teknis atau faktor di luar chart. Sebenarnya ini adalah penyebab utama pergerakan pada pasar keuangan global yaitu data ekonomi suatu negara, politik global, geopolitik dan faktor-faktor lainnya.

Jika kita menggunakan analisa fundamental, maka harus terus membaca berita ekonomi terkini. Agar bisa mengetahui bagaimana prediksi data ekonomi dari suatu negara. Sehingga kita bisa melakukan antisipasi atau suatu prediksi pergerakan chart selanjutnya.

Fungsi Indikator Teknikal

cara memasang indikator dalam chart trading

Dari analisa teknikal, ada alat yang cukup membantu dan memudahkan dalam membaca pergerakan pasar. Alat itu adalah indikator yang bisa kita temukan di semua platform perdagangan trading forex. Indikator bagi beberapa trader menjadi alat utama untuk membaca pergerakan arah pasar selanjutnya. Karena memang cara penggunaanya juga sangat mudah sekali.

Jika kita mampu mengatur indikator dengan baik dan sudah terbiasa dengan karakter indikator tersebut, maka kita bisa membaca arah pasangan mata uang dengan mudah dan akurat. Indikator akan memetakan informasi yang ada di dalam chart dengan cara yang berbeda-beda pada setiap tipe indikator. Bahkan kita juga bisa menentukan pada saat apa kita melakukan transaksi dan kapan harus keluar dari pasar. Sehingga kita hanya perlu mengikuti apa yang ditampilkan oleh indikator tersebut.

Tapi ada banyak sekali indikator trading forex yang bisa kita gunakan dan kita pilih untuk menjadi salah satu strategi trading forex. Kita perlu memahami pada setiap indikator tersebut mengenai karakter, dasar pemetaan, alasan masuk dan keluar pasar dan lain-lain.

Macam-macam Indikator

Jika kita pelajari lebih khusus lagi, sebenarnya indikator trading forex dibagi menjadi dua kelompok besar. Indikator dibagi dalam indikator Overlay dan juga indikator Oscillator. Berikut ini macam-macam indikator Overlay dan Oscillator:

  1. Moving Average

Indikator trading forex yang pertama ini sangat sering sekali digunakan oleh para trader profesional. Alasannya adalah karena indikator yang satu ini sangat mudah dalam penggunaanya. Selain itu juga bisa dikombinasikan dengan beberapa teknik lain agar pergerakan bisa benar-benar dikonfirmasi.

Secara umum tujuan dari penggunaan Moving Average atau MA adalah untuk melihat kemana trend pergerakan dari suatu pasangan mata uang. Kita bisa mengatur bagaimana pergerakan MA selanjutnya dengan beberapa pengaturan di dalamnya.

  1. Bollinger Bands

Bollinger Bands atau BB adalah salah satu indikator yang juga sudah familiar di kalangan para trader. Indikator ini akan memberikan petunjuk kemana arah pergerakan chart selanjutnya dengan adanya tiga harus yang mengitari candlestick. Jika kita lihat ada garis yang berada di ujung atas chart candlestick, ujung bawah dan tengah.

Ini menjadi garis-garis pembatas pergerakan chart yang akan terus diikuti oleh indikator BB. Jadi chart tidak akan pernah keluar dari garis batas atas dan batas bawah BB. Cara penggunaannya jika chart telah mencapai garis batas atas, maka ada peluang chart itu akan segera turun. Kemudian ketika chart sudah berada di batas bawah maka chart memiliki potensi untuk naik. Jangan pernah masuk ke pasar ketika chart berada di garis tengah indikator BB ini.

  1. Moving Average Convergence Divergence atau MACD

Indikator yang cukup favorit selanjutnya adalah MACD yang memiliki dasar pemetaan lebih rinci lagi. Indikator ini juga melihat seberapa besar volume perdagangan yang terjadi pada saat itu. Secara umum fungsi indikator MACD adalah untuk melihat kemana arah pergerakan chart dan apakah ada momentum yang mendukungnya.

Jika trend pasar sedang dalam kenaikan tapi volume tidak besar, maka peluang chart akan naik masih rendah. Tapi jika trend terlihat akan naik dan didukung oleh volume atau momentum cukup besar, maka kenaikan bisa dikonfirmasi.

  1. Stochastic Oscillator

Stochastic Oscillator juga menjadi indikator yang sering digunakan untuk melihat arah trend dan kondisi momentum pasar. Indikator ini akan berada di jendela tersendiri pada platform perdagangan. Jika garis Oscillator berada di bawah angka 20,10,0 maka ada indikasi saat ini penurunan sudah berada di batas maksimal.

Ketika garis berada di atas angka 80,90,100 maka bisa dikatakan kenaikan chart sudah berada di kondisi yang jenuh. Kelebihannya indikator ini sering dikombinasi dengan indikator lain untuk mengkonfirmasi arah selanjutnya.

Setelah mengenal apa itu indikator, fungsi dan macam-macamnya, kita pasti sudah mendapat gambaran bagaimana indikator itu bekerja pada suatu chart. Apalagi masih ada banyak sekali indikator lain seperti MFI, RSI, Ichimoku Kinko Hyo dan lain-lain. Tapi indikator di atas adalah indikator yang paling mudah dan sering digunakan para trader.

Tinggalkan sebuah Komentar