Menunggu Perilisan Data Inflasi AS Membuat Rupiah Anjlok

Para pelaku pasar, saat ini sedang menunggu perilisan data inflasi AS untuk tindakan selanjutnya. Karena hal tersebut, Rupiah mengalami pelemahan lagi yang membuat para pelaku pasar juga tidak bisa duduk tenang.

https://brokerindofx.com/kebijakan-the-fed-membuat-ihsg-melonjak-naik-hari-ini/

Sejak Senin kemarin, memang mata uang Garuda mengalami pelemahan hingga Rp15.600/1 US dolar. Dan pada perdagangan hari Selasa, 12 Desember 2023 juga menunjukkan pelemahan rupiah untuk Minggu ini.

Sementara itu, para pelaku pasar atau investor, justru cenderung wait and see mengenai data inflasi AS yang akan segera dirilis. Jadi, yang ingin investasi, bisa menunggu ketetapannya dulu.

Pergerakan Rupiah Terhadap DolarĀ  Menjelang Perilisan Data Inflasi AS

Kondisi rupiah yang melemah berdasarkan data dari Refinitiv sendiri ditutup dengan angka Rp15.615 per US dolar. Jika dipresentasikan, kelemahannya mencapai 0,3%.

Sentimen pasar ini yang membuat broker forex bekerja lebih keras lagi untuk menemukan posisi tepat agar nanti tidak merugikan kliennya yang ingin trading.

Sementara itu, para pelaku pasar memang sedang menunggu data inflasi AS yang akan dirilis sebentar lagi. Telah dijadwalkan bahwa data perilisan tersebut akan dimulai pada Selasa malam waktu Indonesia.

Jadi Amerika akan melakukan perilisan data inflasi pada bulan November 2023 sekaligus data dari inflasi inti.

Para pelaku pasar yang saat ini melakukan wait and see berharap bahwa data inflasi inti akan tetap berada di angka 4% (year on year) pada bulan November.

Sementara itu, untuk data inflasi AS umum, berharap sedikit melandai, paling tidak 3,1% yoy, dibandingkan data landai bulan Oktober, yaitu sekitar 3,2%.

Akan tetapi, Anda juga harus ingat bahwa data yang akan dikeluarkan ini merupakan yang terakhir. Kemudian data tersebut kemungkinan besar akan menjadi data acuan untuk menentukan kebijakan moneter bank Sentral AS yaitu The Fed.

Pada pertemuan ini nantinya akan dibahas tentang perubahan data pasar tenaga kerja yang memang sedang panas sampai saat ini.

Maka dari itu, data inflasi yang akan dirilis memang sangat penting karena melengkapi data tenaga kerja tersebut. Jadi, bagi kalian yang menggunakan teknik sentimen pasar, tunggu data inflasi AS rilis dulu.

 

 

Tinggalkan sebuah Komentar