Nilai Tukar Dolar AS Jelang Rilis Data Ekonomi Penting

Nilai tukar Dolar AS menguat pada awal perdagangan Eropa pada hari Selasa (02/01) menjelang rilis data ekonomi utama minggu ini, yang dapat memberikan petunjuk mengenai langkah Federal Reserve selanjutnya.

Nilai Tukar Dolar AS Jelang Rilis Data Ekonomi Penting

Pada pukul 16.00 WIB, indeks dolar AS, yang melacak dolar terhadap enam mata uang lainnya, diperdagangkan 0,1% lebih tinggi 101,125, sedikit pulih dari level terendah lima bulan setelah dolar merosot sekitar 2% tahun 2023.

Untuk nilai tukar rupiah terhadap mata uang AS pada perdagangan hari pertama berpotensi menguat seiring sentimen penurunan suku bunga The Fed tahun ini, Selasa (02/01/2024).

Direktur Profit Forexindo Futures Ibrahim Assuaibi memperkirakan mata uang rupiah bisa berfluktuasi pada awal perdagangan broker forex pertama tahun 2024, namun bisa ditutup menguat di kisaran Rp 15.350 per dolar AS.

Data Payrolls Memandu Sentimen Nilai Tukar Dolar AS

Mata uang AS berada di bawah tekanan dari meningkatnya ekspektasi bahwa The Fed akan mulai menurunkan suku bunga untuk tahun 2024.

Alat Fedwatch CME menunjukkan para pedagang memperkirakan peluang lebih dari 70 persen penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Maret 2024.

Namun, menjelang sesi bulan Maret, pasar atau broker forex masih bergulat dengan banyaknya data ekonomi utama untuk nilai tukar Dolar AS.

Data PMI manufaktur AS yang dirilis pada hari Selasa diperkirakan menunjukkan sektor utama ini masih berada dalam wilayah kontraksi.

Risalah dari pertemuan terakhir The Fed bulan Desember diperkirakan akan dirilis pada hari Kamis. Namun, fokus pada hari Jumat adalah data non-farm payrolls untuk bulan Desember.

Data tersebut nilai tukar Dolar AS diperkirakan menunjukkan bahwa jumlah lapangan kerja yang diciptakan pada bulan terakhir tahun 2023 turun menjadi 163.000 dari hanya di bawah 200.000 di bulan sebelumnya.

Perlambatan pasar tenaga kerja ini diperkirakan akan mempengaruhi kebijakan moneter. Tidak hanya itu, Di Eropa, EUR/USD diperdagangkan naik 0,1% untuk 1,1031, menjauh dari level tertinggi lima bulan minggu lalu di 1,1139.

Setelah data PMI manufaktur mengkonfirmasi sektor ini tetap kuat di seluruh wilayah yang telah mengakar kontraksi.

Mata uang tunggal ini naik 3% tahun lalu, kenaikan tahunan pertama sejak tahun 2020. Nilai tukar Dolar AS naik 0,2% menjadi 1,2751, dengan pound mencatatkan kinerja terkuatnya tahun lalu sejak 2017 ketika naik 5%.

 

Tinggalkan sebuah Komentar