NonFarm Payroll Solid, Indeks Dolar AS Tantang 93,00

Ekonomi AS berhasil menciptakan 916.000 pekerjaan selama bulan Maret, akhirnya Indeks bergerak lebih tinggi dan menguji 93,00. Angka tersebut melampaui konsensus kenaikan 647.000 dari NonFarm Payroll.

Data ekonomi semakin menguat dengan ditunjukkannya tingkat pengangguran yang turun ke 6,0%. Dimana penghasilan per jam rata-rata yang penting, proksi inflasi melalui upah turun 0,1% MoM dan mengalami kenaikan 4,2% selama dua belas bulan terakhir.

Kenaikan Dolar Sedikit Tersendat

Meski situasi ekonomi semakin membaik, momentum kenaikan dalam dolar sedikit tersendat di depan wilayah 93,50. Ketersendatan itu memicu penurunan korektif yang dilakukan oleh beberapa kurs mata uang.

Penembusan SMA 200-hari mendukung rally baru-baru ini sepertinya setuju akan pandangan konstruktif pada dolar untuk jangka pendek. Selain itu, paket stimulus fiskal sudah disetujui menambah kinerja bagus dalam narasi ekonomi AS yang sedang berlangsung.

Baca juga disini : Analisa Pasangan Krus, EUR/USD Gagal Menguji Ulang.

Tak hanya itu, persepsi investor juga membaik bahwa inflasi lebih tinggi di bulan mendatang. Jadi semuanya berubah memberikan sentiment positif sebagai oksigen ekstra untuk dolar.

Ditambah lagi sikap akomodatif dari the Fed mengenai kemajuan substansial lebih lanjut dengan mempertimbangkan dampak inflasi dan lapangan kerja yang dibuat. Harapan untuk terciptanya pemulihan ekonomi global bisa menguat menjadi dimundurkan ke akhir tahun. Pemulihan ekonomi sebagai sumber dukungan untuk kompleksitas resiko dolar AS.

RUU Stimulus Biden Terbaru Nilainya Hingga 3 Triliun USD

NonFarm Payroll membawa potensi untuk menahan momentum kenaikan dolar ditinjau dalam jangka panjang.

Sedangkan untuk masalah utama yang bisa mempengaruhinya adalah mengenai RUU stimulus Biden yang baru, nilainya sangat besar sekitar $3 triliun. Kemudian konflik perdagangan AS-Tiongkok masih berlanjut di bawah pemerintahan Biden.

Adapula masalah spekulasi tapering vs pemulihan ekonomi, dimana pemulihan ekonomi sendiri mengalami pelambatan yang cukup berpengaruh. Jadi, apakah stimulus fiskal AS bisa menyebabkan overheating?

Meskipun begitu, stimulus yang diberikan mampu memberikan pengaruh pada masyarakat Negeri Paman Sam. Selanjutnya menambah volume dolar AS sehingga nilai tukarnya semakin menguat dari mata uang Negara lain.

Kemudian imbal hasil (yield) surat utang AS, US Treasury ikut terpengaruhi dengan mengalami kenaikan. Kenaikannya berada di atas angka 1%, lebih tepatnya 1,61%. NonFarm Payroll juga ikut mendapatkan dampak positif karena ekonomi terus pulih.

Tinggalkan sebuah Komentar